"Nay... udah ya, Nay," ucap Juned dengan napas yang mulai tidak beraturan. Ia mencengkeram pinggiran ranjang, sekuat tenaga menahan gejolak yang mulai membakar dadanya. "Kenapa sih Mas? Sama adik sendiri kok," bisik Nayla tepat di telinganya. Ia semakin merapatkan tubuhnya, membiarkan daster tipisnya bergesekan dengan lengan Juned. "Bukan begitu, Nay. Nanti Mas nggak bisa kontrol diri Mas sendiri," ucap Juned, suaranya terdengar berat saat mencoba memberi pengertian. Nayla melepaskan pelukannya, lalu menatap langsung ke dalam mata Juned dengan sorot yang menantang. "Yaa memang kenapa, Mas? Aku ini adiknya Mbak Desi. Sama Mbak atau sama aku, harusnya sama aja kan?" ucap Nayla telak. "Duh, nih anak siapa yang ngajarin begini sih?" gumam Juned dalam batin, merasa terjepit dalam situasi yang gila ini. "Nggak begitu, Nay. Nggak bisa gitu," bantah Juned lagi. "Kenapa nggak bisa? Apa salahnya ka
Terakhir Diperbarui : 2026-05-01 Baca selengkapnya