Pengusiran itu membuat Serena semakin marah pada Martin. Karena pria itu tidak menjawab pertanyaannya, tetapi malah mengusirnya pergi.Dan mereka berakhir dengan tidur terpisah, Serena masih berada di kamar Martin, sedangkan Martin entah tidur ke mana.Namun pagi-pagi sekali Martin kembali ke kamar agar orang tuanya tidak curiga bahwa mereka bertengkar.Kemudian mereka pulang dengan keterdiaman di sepanjang perjalanan. Serena enggan bicara, sedangkan Martin yang tidak bisa membuka percakapan lebih dulu.Rasanya begitu canggung, bahkan lebih canggung dari pertemuan pertama mereka saat kelas 10. Dan ketika mereka sudah berada di rumah, mereka menjalani aktivitas seperti biasa, tanpa mau ikut campur kehidupan masing-masing.“Dasar perempuan jalang! Berani-beraninya kau memenjarakan anakku!” teriak seorang ibu-ibu yang menggunakan masker hitam dan sebuah topi hitam.Lalu, pluk! Disusul dengan suara cangkang yang pecah.Telur itu menghantam tubuh Serena, lalu pecah dengan halus dan cangkan
続きを読む