Imran menutup pipinya, menatap Frans dengan wajah memohon. "Pak, jangan marah. Bu Saras sudah bawa orang naik ke atas untuk menangkap orang itu, dia nggak akan bisa kabur. Tenang saja, kami pasti akan menghukumnya dengan tegas."Pada saat itu, seseorang berjalan mendekat. Orang itu tak lain adalah Diana.Di bawah pimpinan Cindy, Diana dengan cepat menyusup ke dalam kerumunan."Pak Frans, boleh bicara sebentar?"Meski Frans sangat marah, dia tahu Diana bukan orang biasa. Sekarang Dylan sudah tidak ada, Grup Sudarso sepenuhnya berada di tangan Diana.Di Provinsi Sargana, Diana juga memiliki kekuasaan tertentu. Jadi, dia pun berkata, "Bu Diana, kalau ada yang ingin disampaikan, katakan saja.""Pak, gimana kalau kita bicara sebentar di samping?"Frans melambaikan tangan ke arah Imran, memberi isyarat agar dia naik ke atas melihat pelaku, lalu dia berjalan ke samping bersama Diana."Pak, begini. Alfan ini temanku. Malam ini dia makan bersama anakku dan yang lainnya. Putra Bapak minum sediki
閱讀更多