Alfan tersenyum tipis, lalu berkata, "Yang benar itu siapa cepat dia dapat. Kami bahkan sudah bayar. Jadi kembalikan bunganya kepadaku."Pemilik toko juga tersenyum dan berkata, "Dik, bunga di sini masih banyak. Pilih saja sesukamu. Kalau kamu sudah pilih, aku kasih diskon 20%."Namun, gadis itu tersenyum dingin. "Aku cuma suka buket mawar biru ini. Sekalipun ada yang sama persis, aku tetap nggak mau. Aku cuma mau yang ini."Melihat sikapnya yang keras kepala, suka mencari masalah, dan tidak masuk akal itu, Alfan bertanya tanpa daya kepada Cindy, "Cindy, gimana kalau kita pilih buket yang lain saja?"Namun, Cindy juga merupakan putri kesayangan salah satu dari empat keluarga besar di Provinsi Sargana. Dia punya uang, punya pengaruh, dan sejak kecil selalu dimanjakan.Biasanya hanya dia yang merebut barang orang lain. Mana ada orang yang berani merebut barang miliknya.Dia pun melangkah maju, lalu merebut buket bunga dari pelukan gadis berambut pendek itu. "Kamu ini gila ya? Kami sudah
続きを読む