"Huh, aku nggak percaya. Dengan mata genitmu itu, hampir saja kamu melucuti pakaian orang. Kalau dia benar-benar mendekat, memangnya kamu bisa menolak?"Alfan memeluk Rhea, lalu menciumnya dan bertanya, "Kamu cemburu ya?""Nggak, aku nggak akan cemburu. Aku akhirnya cerai, tentu saja aku nggak akan cemburu, apalagi jatuh cinta padamu. Aku cuma merasa kamu ini terlalu murahan."Alfan melihat sikap wanita itu yang jelas-jelas tampak kesal. Dia tahu Rhea benar-benar cemburu."Sudahlah, aku cuma bercanda. Aku nggak akan punya pikiran macam-macam terhadap gadis itu. Cerewet, galak, dan juga jelek ...."Alfan adalah pria yang cerdas. Dia tahu kalau ingin menyenangkan hati seorang wanita, tentu harus memujinya muda dan cantik, lalu merendahkan saingannya.Rhea pun tertawa kecil. "Sudahlah, nggak usah bahas ini lagi. Kamu istirahat saja di sini, aku mau pergi kerja.""Duh, kerja apa sih? Main lagi sebentar." Alfan merangkul pinggang ramping Rhea, tidak berniat membiarkannya bangkit."Kalau ber
Read more