"Kak, kamu tenang saja. Sekarang sudah nggak ada yang bisa menjebakku lagi."Sejak mulai berlatih Teknik Sembilan Niskala, Alfan menjadi penuh percaya diri."Ya sudah, sana kembali kerja yang benar. Jangan santai-santai terus setiap hari."Dari belakang, Alfan memeluk pinggang ramping wanita itu. Wajahnya menempel di punggung Rhea sambil menggesek beberapa kali."Asal setiap hari bisa melihatmu, aku pasti nggak akan malas-malasan."Rhea menggeleng tak berdaya, melepaskan tangannya, lalu berkata, "Pergi kerja sana, jangan macam-macam. Kalau memang mau, malam ini datang saja ke tempatku.""Oke, malam ini aku ke rumahmu, kita minum bareng."Saat Alfan kembali ke ruang perawatan, Dessy sudah kembali. Gadis itu sudah berganti pakaian, mengenakan atasan ketat warna merah muda dengan jas dokter putih di luar. Jas putih itu agak tembus pandang, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah.Melihat Alfan kembali, gadis itu segera menuangkan segelas air dan menyerahkannya kepadanya."Dokter Alfan, t
Read more