"Aku butuh bantuanmu untuk mengurangi rasa sakit ini agar aku bisa bertemu dengan ayahku. Tolong bantu aku."Maisa semakin erat memegang tangan pria itu. Berharap bisa mendengar jawaban iya ketika hanya pria asing itu yang bisa membantunya."Katakan apa permintaanmu?" Suaranya begitu candu, deep voice yang akan membuat setiap wanita terpanah bukan hanya karena ketampanannya, tapi juga karena suaranya."Aku akan katakan nanti, tidak sekarang. Bagaimana cara memanggilmu ketika aku membutuhkanmu? Katakan siapa namamu?" Maisa begitu ingin tau siapa pria yang sudah membantunya ketiga kali ini. Dia mungkin sempat mengusirnya, berharap tak ingin bertemu, namun hati kecilnya mengatakan dia butuh pria asing itu."Seharusnya manusia tau siapa dewa kehancuran, atau aku harus menyebutnya Batara? Jika tak tau, maka tak perlu mencari tau siapa aku. Jika kau memang ingin rasa sakit mu itu hilang, tak perlu mencari ku, aku tau apa yang kau butuhkan, maka aku akan datang." Pria itu memegang pergelanga
Read more