Siang itu terlihat Liona sedang menikmati tehnya di depan rumah yang disiapkan oleh Ali untuknya beristirahat. Dia menyeruput tehnya sembari menatap pemandangan di depannya. Iya, kebetulan rumah itu berhadapan langsung dengan sawah yang luas, bahkan di ujung sawahnya Liona dapat melihat bukit yang hijau dan indah di sana."Suasana di sini sangat indah, cuacanya cukup sejuk ditambah dengan angin sepoy-sepoy," ujarnya sambil menyeruput teh di cangkir yang berada di tangannya.Tetapi tiba-tiba dari rumah seberang dia mendengar suara tangis bayi yang begitu kencang. Iya, itu berasal dari rumah yang ditempati Ali, dan yang menangis tentunya putri Ali, Elina."Ada suara bayi menangis, bayi siapa ya?" gumamnya. Tepat saat itu seorang pria keluar dengan menggendong Elina, dan pria itu bukan Ali melainkan bawahan Ali yang disuruh menjaga Elina sementara dia masih sibuk melihat pekerjaan di gudang."Pak, bayinya kenapa?" tanya Liona."Ah, ini agak sedikit rewel padahal sudah dikasih susu tapi g
Last Updated : 2026-04-21 Read more