Kembali ke AliAli melihat Liona tiba-tiba senyum sendirian setelah menerima panggilan dari papanya."Bahagia banget, ada apa?" tanya Ali langsung."Ah, itu papa tadi beritahu aku kalau dia besok datang menyusul ke sini dan kembali ke Rusia bersamanya nanti," jawab Liona."Wah, jadi papa kamu serius nih bakal beli lahan ini sebagian?""Iya, begitu sih katanya tadi, biar kalau datang ke sini ada tujuan gitu katanya," jelas Liona."Oh begitu ya, bagus dong. Ee, aku titip Elina ya sebentar, aku mau pergi beli susu buatnya. Tadi waktu ke warung sudah habis, jadi perlu pergi ke supermarket," kata Ali."Jauh ya supermarket di sini?""Gak sih, cuma tiga puluh menitan kalau pakai kendaraan. Memangnya kenapa?""Ee, aku mau nitip pembalut kalau boleh. Tapi kamu gak malu kan belinya? Persediaanku habis," ucap Liona, dia mau pesan pembalut."Oh ya, baiklah. Gak kok, aku gak malu. Udah biasa dulu aku juga sering beliin mendiang istriku," ujar Ali sama sekali tidak keberatan atau malu disuruh beli
Read more