Tiko berjalan kembali ke tempat duduk yang tadi di tempatinya di pinggir jendela ruang boarding pass bandara Soekarno Hatta, dia belum pernah merasa seberdebar ini menerima telepon dari Salsa. “Ya halo,” ucap Tiko menyapa Salsa di sana.“Ada apa Tiko, tadi kamu nelepon aku ya?” tanya Salsa di sana dengan suara riang.“I-iya, Sa, kamu lagi sibuk ya?”“Nggak kok, tadi aku ke ruang Pak Sastro, handphone aku tinggal di mejaku, jadi aku nggak tahu kamu nelepon. Memangnya ada hal penting apa?” “Sebenarnya... nggak penting juga sih...”“Oh kirain, aku sempat was-was melihat misscall darimu... soalnya kan kita udah sepakat, cuma teleponan kalau ada hal penting aja, kan?”“Iya juga sih, cuma mau kasih info aja kalau aku sekarang lagi di bandara, aku dan Kek Nizer mau ke Surabaya 2-3 hari ini, makanya aku nelpon,”“Oh, gitu... iya sih biasanya orang akan menelepon orang terdekatnya kalau mau naik pesawat... iya kan... hehehe...”“Kurang lebih begitu deh, Sa, tapi sekalian aku mau tahu juga
Ler mais