Pewaris Keluarga Terkaya: Ditolak di Malam Pernikahan

Pewaris Keluarga Terkaya: Ditolak di Malam Pernikahan

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-06
Oleh:  Langit BerawanBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
13Bab
53Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

“Kamu lebih milih nikah sama aku atau uang 200 juta?” Di benak Tiko, dia ingin kalau calon istrinya mengatakan kalau perempuan itu lebih memilih Tiko daripada uang. Namun, Tiko salah, rupanya dia harus menerima sebuah kemalangan besar di malam pernikahannya dengan Violet. Musababnya, Keluarga Vio membatalkan pernikahan itu lantaran Tiko belum bisa mengabulkan mas kawin yang diminta oleh calon istrinya. Malang benar nasibnya, sebab orang-orang menghina dan merendahkannya. Tapi, di malam yang sama, Tiko menerima kabar yang luar biasa tidak terduga: mamanya telah mentransfer uang 10 Milyar padanya. Mengetahui hidup Tiko telah berubah menjadi seorang miliarder, Vio dan keluarganya menginginkan Tiko kembali, tetapi ia lebih memilih menjalani hidup barunya, dan membuktikan kepada dunia, kalau menjadi kaya raya tidak menjadikan dirinya sombong, dan tetap memegang prinsip rendah hati.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1. Tragedi di Malam Pengantin

“Kalau kamu nggak punya duit, jangan harap kamu bisa jadi menantu saya!” bentak Maria, calon mertua Tiko dengan nada kasar.

Hari ini sebenarnya adalah hari yang paling ditunggu-tunggu Tiko dalam hidupnya. Betapa tidak, pemuda itu akan melangsungkan acara pernikahan dengan kekasih yang sangat dicintainya yang bernama Violet. Pernikahan itu sudah dipersiapkan dengan matang jauh-jauh hari oleh Tiko, dan hari ini akan menjadi hari yang paling membahagiakannya seandainya calon mertuanya tidak dengan tiba-tiba mencegat Tiko sebelum tiba di acara pernikahannya.

“Ada pa, Ma?” tanya Tiko dengan nada bingung ketika Maria menghadang Tiko untuk ke resepsi acara.

“Jangan panggil saya Mama, saya bukan ibumu,” jawab Maria dengan nada ketus. “Kok nanya ada apa sih? Seharusnya kamu mikir deh kalau saya jegal begini, pasti ada apa-apanya sama kamu!”

Mendengar perkataan Tante Maria, tentu saja membuat Tiko bingung bukan kepalang. 

Kenapa Tante Maria jadi sepedas ini? Gumam Tiko dalam hati, seolah tak percaya dengan perubahan sikap Tante Maria.

Sore ini, Tiko sudah mengenakan setelan berupa jas hitam, dan bawahan hitam, terlihat sangat pas di tubuhnya yang kekar. Penampilannya terlihat sempurna, dengan rona wajah yang terlihat sangat bahagia. Namun, kebahagiaannya berangsur-angsur pudar ketika Maria, calon mertua Tiko, menyatakan keberatan atas pernikahan yang akan berlangsung. Musababnya: Mas kawin yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

“Kamu udah janji sama kami kalau kamu bakal ngasih mas kawin 200 Juta!” ujar Tante Maria tanpa tahu malu.

Perkataan Tante Maria diamini oleh Raul, kakak Vio, yang tiba-tiba nyelonong begitu saja, dan membuat keributan, membuat para tamu yang hadir di sana mengalihkan pandangan mereka menuju pusat keributan.

“Lo janjiin kami 200 Juta, tapi sampai sekarang lo cuman ngasih ke kita 100 juta. Berarti lo masih punya hutang sama kami 100 juta lagi!” bentak Raul dengan wajah seolah akan mengajak berantem.

Ya, Tiko tahu betul kalau Mas Kawin yang akan diberikan olehnya masih kurang seratus juta. Ini bukan tanpa alasan. Uang seratus juta yang diberikan oleh pemuda itu sebenarnya berasal dari pinjaman seorang sahabat yang telah berbaik hati kepadanya.

Bukannya Tiko tidak ingin lepas dari tanggung jawab membayar mahar sebesar dua ratus juta itu, karena sejujurnya Tiko tidak mempunyai uang sebanyak itu. Tiko sudah berusaha keras mencari kekurangan uang mas kawin yang diminta Keluarga Vio, tapi sampai tiba di hari pernikahannya, uang itu tidak kunjung datang.

Lagipula, sebenarnya Tiko tidak menjanjikan uang sebesar itu sebagai mas kawin, Keluarga Violet-lah yang memaksa untuk meminta uang sebanyak itu.

Tiko pikir, dengan membayarnya setengah dan berbicara jujur tentang kondisi keuangannya, Keluarga Vio akan menerima kondisinya apa adanya.

Lagipula, bukankah yang paling penting sekarang adalah pernikahanku dengan Vio berjalan lancar karena aku dan kekasihku adalah sepasang insan yang paling mencintai? gumam Tiko dalam hati.

Ketika berpikir seperti itu, muncullah Vio dari balik gerbang dengan gaun pengantin putih. Hari ini Violet terlihat sangat cantik bak seorang puteri raja yang akan dipinang seorang pangeran.

Kemunculan Vio di tengah prahara itu membuat Tiko merasa tenang. 

Aku yakin Vio akan berada di pihakku dan mengerti akan kondisiku, aku harap Vio akan menjelaskan semua kekacauan ini kepada ibu dan kakak laki-lakinya, gumam Tiko dengan penuh pengharapan.

Langsung saja Tiko menghampiri Vio dan meminta perempuan itu menjelaskan semuanya kepada ibu dan kakak laki-lakinya.

“Sayang, bisa kamu jelasin semuanya sama Mama dan Kakakmu,” ucap Tiko kepada Vio dengan penuh harapan, sambil berusaha memegang pipi kanan calon pengantinnya yang cantik.

Betapa terkejutnya Tiko ketika tangan kanannya ditepiskan dengan sangat kasar oleh Vio sehingga semua tamu undangan yang hendak masuk menjadi ribut.

“Jangan sentuh aku, Tiko!” ujar Vio dengan nada ketus. 

Sejak kapan Vio memanggil Tiko dengan sebutan nama? 

Perlakuan Vio yang seperti itu tentu saja membuat Tiko terperangah.

Ada apa dengan Vio? Gumam Tiko sambil menatap wajah Vio dengan tidak percaya.

“Kamu kenapa, Sayang?” tanya Tiko seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri kalau apa yang dilakukan Vio barusan cuman ada di dalam khayalannya saja.

“Kamu bilang aku kenapa?” balas Vio dengan nada judes. “Harusnya kamu mikir Tiko kalau emang ada apa-apa sama kamu!”

“Betul!” ucap Tante Maria ikut-ikutan nimbrung. “Kamu tuh jangan belaga bloon begitu deh, Tiko. Jelas-jelas kamu itu sudah ingkar janji! Dan kami paling jijik dengan orang yang suka ingkar janji!”

“Dasar kamu orang miskin yang pura-pura kaya. Miskin mah miskin aja! Dasar kere!” bentak Raul tanpa malu-malu.

“Boleh aku bicara empat mata dengan Vio, Tante?” pinta Tiko kepada Tante Maria.

Masih ada harapan di benak Tiko kalau acara pernikahannya akan berjalan lancar. Dan Tiko masih menaruh harapan besar kepada Vio bahwa perempuan itu akan mengubah keputusannya.

“Sayang, kita bisa bicarakan semuanya dengan baik-baik,” pinta Tiko kepada Violet.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Tiko!” bantah Vio dengan nada ketus. Wajahnya yang cantik itu mendadak berubah menjadi sangat angkuh dan dingin.

“Bagaimana dengan janji sehidup semati kita, Sayang? Bukankah kamu selalu bilang kalau kamu sangat mencintai aku apa adanya? Bahwa kita akan selalu bersama menjalani hari-hari kita meski badai menghalangi hubungan kita!”

“Kalau memang kamu cinta aku, seharusnya kamu tahu diri dong. Cowok sejati harus mau ngorbanin apa aja demi orang yang dicintainya. Berkorban seratus juta apa susahnya sih! Apalah artinya uang seratus juta kalau pada akhirnya kamu bakal bahagia selamanya dapetin cewek cantik macam aku. Aku mau tanya sama kamu, kamu beneran cinta aku nggak sih?”

“Tentu saja aku cinta kamu,” jawab Tiko dengan pandangan mata tajam ke arah Vio.

Di tengah-tengah keriuhan itu, tiba-tiba Salsa—sahabat Tiko, muncul dan mulai membantu Tiko supaya Vio bisa mengubah pikirannya.

“Tidak bisakah semua ini dibicarakan lagi!” pinta Salsa dengan nada memohon kepada Vio.

Mendengar perkataan Salsa yang seperti itu, sontak membuat Vio mendelikkan matanya ke arah sahabat Tiko itu.

“Ngapain kamu ikut campur urusan saya? Lagian kamu siapa? Pahlawan kesiangan?” cemooh Vio kepada Salsa.

“Iya ngapain sih kamu ikut campur masalah kami?” timpal Tante Maria. “Nggak usah ikut campur, ya. Anakku kan udah bilang kalau dia nggak mau nikah sama cowok yang nggak mau berkorban. Kalau dia nggak mau nikah sama sahabatmu, mending kalian nikah aja berdua sana. Sama-sama kere kan! Jadi kayanya kalian cocok deh! atau jangan-jangan emang kamu suka ya sama Tiko si kere ini!”

“Bukan begitu, Tante, saya cuman kasihan dengan sahabat saya!” ucap Salsa menjelaskan.

“Alah alesan, mending ngaku aja deh. Mending sekarang bawa aja deh sahabatmu yang kere ini. Saya udah enek ngelihat tampang miskinnya. Untung aja ya ketahuannya sebelum nikah, coba kalau udah nikah, bisa berabe, hidup anak saya bakal susah. Saya ga sudi punya menantu kere.

“Cukup! Cukup! Aku tanya sekali lagi sama kamu, Sayang,” ucap Tiko dengan menatap wajah Violet dalam-dalam. “Kamu lebih milih aku atau uang seratus juta itu?”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
13 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status