“Ngomong dong, Sa, kok diam aja sih,” usik Tiko pada Salsa yang sedang bersandar pada kursi. “Apa yang harus diomongin, Tiko?” ucap Salsa tampak seperti orang bingung.“Ya terserah kamu mau ngomong apa aja aku dengerin,” jelas Tiko.“Oh iya, tadi Kak Liana membelikan aku sepatu dan baju, padahal aku menolaknya, tapi dia memaksa aku untuk menerimanya. Nggak apa-apa, kan, Tiko?” ucap Salsa coba mencari bahan untuk diobrolkan dengan Tiko.Padahal kalau menuruti kata hatinya, Salsa ingin sekali menanyakan perihal gadis bernama Sausan, tapi dia terpaksa harus menahannya untuk mencari waktu yang tepat, lain waktu, agar tidak merusak suasan hati Tiko saat itu yang katanya dalam proses refreshing setelah kecelakaan yang menimpanya.“Iya nggak apa-apa, dong, terima saja, lagian kamu kan sudah menemaninya belanja,” jelas Tiko yang tampak santai-santai saja karena dia belum tahu kalau Liana sudah menceritakan perihal Sausan pada Salsa. “Ya udah, aku pesan kopi dulu ya, kamu kopinya apa, Sa?” ta
Read more