Share

BAB 39-- RARA DATANG

Penulis: Aldrian S.M
last update Tanggal publikasi: 2026-03-04 09:55:34

"Secepat itu? Aku penasaran apakah ada roh yang sesuai denganku.. Apakah aku perlu mencari roh tumbuhan? Hmm.. Itu akan sia sia saja sepertinya.. Roh tumbuhan sangat lambat menyerap energi.." Gumam Rara.

"Benar.. Jika kau memilih roh tumbuhan, maka kau akan menyia nyiakan salah satu alam arwahmu.. Sebab, selain sangat lambat menyerap energi, roh tumbuhan juga memiliki kemungkinan tidak memiliki kemampuan apapun.." Jawab Dita setuju sambil beberapa kali menganggukkan kepalanya.

"Ahh.. Aku harap
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 61-- KLEMPIAU YANG RAMAH, PELATIHAN SELESAI

    Langit Kalimantan yang tadinya sudah mulai menutup, kembali terbelah dengan gemuruh petir. Ujian langit datang lagi, tapi kali ini sudah pasti Rara yang menjadi targetnya.Rara yang memang sudah menunggu momen ini langsung melepaskan sebuah kemampuan.Kemampuan akar dan bambu dari Timun Mas membentuk sebuah perlindungan. Terlihat lebih kuat dan kokoh daripada akar peelindung roh Lutung Kasarung milik Nyoman.Petir mulai menyambar lurus dari atas kepala Rara. Ajaibnya, setiap mencapai pertengahan, muncul dinding air yang menahan laju petir tersebut. Sehingga saat menghantam pelindung akar dan bambu, dampaknya sangat berkurang.Rara terlihat sangat tenang, tidak terluka bahkan secuil pun. Kemampuan dinding air itu sangat kokoh. Kemungkinan kekentalan dari kadar garamnya sangat tinggi. Benar saja, airnya tampak lebih gelap dari air laut biasanya.Setelah tujuh kali sambaran, langit kembali cerah dan Rara melepaskan kemampuannya.Rara membuka matanya. Pupilnya ya

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 60-- ALAM TUJUH LANGIT, SENANDUNG RIMBA

    Sementara itu, Rara duduk bersila di samping Nyoman. Di bawah kakinya, energi roh berbentuk teratai menjadi pijakannya. Putri Kadita, Timun Mas, dan Putri Atar terlihat melayang di tiga sisi membentuk formasi segitiga. Naga Mahakam terbang berputar mengelilingi Rara dan ketiga roh wanita itu. Tubuhnya yang panjang menjadikan tubuhnya bertumpukan membentuk spiral. "Rara.. Laut dan langit itu serupa.. Alam semesta ini adalah lautan di bawah naungan Dewa tertinggi.. Bumi di bandingkan dengat langit pertama.. Seperti sebuah mutiara di luasnya samudra.. Langit pertama di bandingkan dengan langit kedua.. Juga seperti sebuah mutiara di samudra.. Begitu seterusnya hingga langit ketujuh.. Bayangkan dan buat gambaran di pikiranmu.. Manusia sangatlah kecil di lautan semesta ini.." Panglima Kumbang membantu mengarahkan Rara. Berhari-hari berubah menjadi berminggu-minggu. Mereka tidak makan, tidak minum, hanya mengandalkan sirkulasi energi alam. Seorang medium juga tidak

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 59-- NAGA SEPANJANG SUNGAI

    Di jantung pedalaman Kalimantan yang tak terjamah, di mana pepohonan ulin raksasa mencakar langit dan sungai Mahakam berdenyut seperti nadi bumi. Rara Kadila kini berdiri di atas pelataran batu ulin yang basah oleh embun abadi. Matanya menatap ke arah pusaran air di depannya. Tempat di mana legenda hidup, Naga Mahakam, bersemayam. Nyoman berdiri beberapa langkah dibelakang Rara meredam. Ia sudah berada di puncak Alam Semesta Maya, selangkah lagi menuju Alam Tujuh Langit. Di sampingnya, Panglima Kumbang berdiri dengan tangan bersedekap, menutup kedua matanya. "Kau siap, Ra?" Bisik Nyoman. Rara mengangguk. Energi roh berwarna hijau berpendar diselimuti energi roh berwarna biru. Di sisi kirinya, bermanifestasi sosok Putri Kadita yang tampak anggun. Dan di sisi kanannya, Putri Atar berdiri dengan senyum yang menenangkan bagi yang melihatnya. Tiba tiba, permukaan sungai meledak. Sesosok makhluk raksasa dengan sisik emas dan kumis panjang muncul dari ke

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 58-- PELATIHAN INTENS, PENGUASA DUA PERAIRAN

    Kabut pekat menyelimuti jantung hutan Kalimantan. Di sebuah tempat yang sulit terjamah manusia. Di bawah kanopi pepohonan ulin raksasa yang berusia ribuan tahun, udara terasa berat seolah-olah setiap oksigen yang dihirup membawa kepekatan energi roh liar. Sebuah pelataran batu yang dikelilingi oleh air terjun tersembunyi, Panglima Kumbang berdiri dan mengawasi dua anak muda yang sedang berlatih. Di hadapannya, Nyoman dan Rara duduk bersila. Pakaian Nyoman yang kini compang camping terlihat lusuh dan mengernyitkan dahi berusaha menahan sebuah tekanan energi. Sementara Rara tampak berusaha keras mengatur napasnya yang tidak beraturan. Rambutnya terlihat berantakan dan keringatnya mengucur deras. "Kalian pikir.. Menjadi Medium hanyalah soal memanggil roh dan mampu mengendalikannya?" suara Panglima Kumbang terdengar seperti geraman macan yang bergema dari dalam tanah. "Itu adalah pemikiran anak-anak.. Di sini.. di bawah pengawasanku.. Kalian tidak hanya harus mengandalkan otot dan ro

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 57-- PERGANTIAN RENCANA, PUTRI ATAR YANG PENYAYANG

    Putri Kadita menatap Rara dengan pandangan yang sulit diartikan. "Rara.. Ibumu.. Ternyata adalah keturunan dari Putri Atar. Kau adalah darah murni yang menyatukan Samudra dan Sungai.." Rara jatuh terduduk di dek kapal, air mata mulai mengalir. Ia tidak pernah menyangka bahwa ibunya yang sederhana menyimpan rahasia sebesar ini. Putri Atar langsung memeluk Rara dengan penuh ketulusan. "Nak.. Aku pun tidak tahu jika garis keturunanku masih bertahan di negara lingkar api ini.. Jika kau membawa darahku maka aku tidak akan membiarkanmu menghadapi takdir ini tanpa bantuanku.. Aku lihat ada satu alam yang terbuka dalam jiwamu.. Izinkan aku menjadi penjaga Alam Jagad Buana milikmu.." Ucap Putri Atar penuh kasih. Rara mendongak dan melihat ketulusan di mata Putri Atar. Lalu dia menoleh ke arah Putri Kadita dan berkata, "Dita.. Apakah ini bisa dilakukan? Bagaimana dengan Naga Mahakam?" Tanya Rara sedikit ragu. "Sepertinya kita harus mengganti rencana.. Lagipula sepupuku juga mempunyai ke

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 56-- SELANJUTNYA, ROH PENJAGA UNTUK RARA

    Raja Kra berjalan mendekat, menyentuh dahi Nyoman dengan jari kecilnya yang dingin. "Pintu Kelima.. Alam Semesta Maya.. Aku akan menjaganya untukmu.. Gunakan kecerdikanku untuk menipu musuhmu..namun jangan pernah menipu dirimu sendiri.." Ucap Raja Kra, lalu ia menghilang masuk ke raga Nyoman. Cahaya hijau kebiruan merambat dari sentuhan itu ke seluruh tubuh Nyoman. Ia merasakan sensasi dingin air yang menyegarkan, menyatu dengan 7 elemen dasarnya. Rara berlari mendekat, wajahnya memerah menahan haru lalu berbicara ketus. "Hampir saja kau jadi santapan buaya rawa.. Nyoman bodoh.. Untung kau ingat instruksi Mbah Ajeng.." Nyoman hanya terkekeh. Meski tubuhnya saat ini dipenuhi lumpur. Tuan Hanoman menghampirinya menepuk pundak Nyoman. "Kerja bagus.. Kau sudah selangkah lebih dekat dengan takdirmu.." Ucap Hanoman.Raja Kra muncul kembali dan menyela. "Aku sudah menyelesaikan kontrak.. Alam Semesta Maya sudah di tutup oleh pintu jiwaku.. Setidaknya sekarang kau sudah bisa s

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 25-- KONTRAK ROH

    Beberapa saat kemudian ia kembali membawa sebuah tombak berwarna perak dengan di ujung pegangannya di hiasan rumbai berwarna merah. Mbah Ajeng segera menyerahkan tombak tersebut kepada Nyoman melalui sela sela kurungan. "Maafkan Aku.." Nyoman seperti berbicara pada Ahool. Ahool sekali lagi men

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 24-- TENTU SAJA AKU MENYUKAIMU!

    Sebenarnya Rara dan Nyoman ingin melangkah cepat dan segera menghilang dari pandangan orang orang yang sedang memperhatikan mereka saat ini. Tetapi saat ini Rara sedang memakai gaun dan sepatu hak tinggi yang membuatnya sedikit sulit untuk berjalan. Nyoman juga menyadari hal itu. Setelah sampai d

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   INFORMASI, REFERENSI, DAN CATATAN PENULIS

    ==(MANDALA)== Mandala secara harafiah bermakna lingkaran adalah sebuah konsep Hindu, tetapi juga dipakai dalam konteks agama Buddha, untuk merujuk pada berbagai benda nyata. Dalam praktiknya, mandala sudah menjadi nama umum untuk rencana yang mana pun, grafik, atau geometris pola yang mewakili

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 23-- PERJAMUAN

    Para pelayan membungkukkan badan namun sesekali mencuri pandangan kepada Rara. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Nyonya kecil. Mbah Ajeng seketika berdiri dan menyambut cucu kesayangannya. "Kesinilah Rara.. kami sudah menunggumu." Ucap Mbah Ajeng dengan senyuman cerah di wajah. Dia sesekali

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status