Arsel menghela napas panjang, sebuah embusan lega yang sangat dalam. Ia merengkuh Kimmy, menghirup aroma vanila yang selalu menenangkan jiwanya. "Abang pikir kalian hilang, Kim. Abang hampir gila tadi," gumamnya sambil menciumi kening Kimmy berkali-kali."Kami sengaja bikin surprise buat Abang.""Selamat ulang tahun, Mas Arsel," ucap Mbak Asih sambil tersenyum."Terima kasih, Mbak." Arsel kemudian menghampiri Mbak Asih, mengusap pipi tembam Ravi yang menggeliat. "Kasihan anak Papa, diajak gelap-gelapan, ya?""Kita langsung makan aja, Bang. Aku sudah lapar nungguin Abang," kata Kimmy langsung menyiapkan piring untuk suaminya.Malam itu mereka makan malam bersama dalam suasana yang penuh kehangatan. Mbak Asih ikut dalam sukacita itu. Setelah perut kenyang dan obrolan ringan yang mencairkan sisa-sisa stres di kantor, Arsel segera mandi dan Kimmy pun masuk kamar untuk menidurkan Ravi. Saat itu jarum jam sudah menunjukkan pukul 21:15.Setelah Ravi disusui hingga terlelap dan diletakkan di
Ler mais