Dua lelaki itu melangkah menyusuri Jalan P. Ramlee. Menghirup udara malam Malaysia tanpa percakapan hingga sampai di apartemen. 🖤LS🖤Jarum jam di dinding merayap ke angka sepuluh. Di luar jendela kaca, kerlap-kerlip lampu Kuala Lumpur tampak seperti hamparan berlian yang tumpah di atas beludru hitam. Pak Fardhan mundur dan duduk di tepi tempat tidur. Arsel tidak mau diajak tidur sekamar dengannya. Ia memilih tidur di sofa, sementara si mbak yang menjaga Salsa, ikut tidur Salsa di kamarnya. Di raihnya ponsel, sekarang di Surabaya masih jam sembilan malam. Pak Fardhan ingin menelepon istrinya. Dalam kondisi kepala kalut, biasanya ia mengobrol bersama Bu Elok."Halo, assalamu'alaikum, Pa." Bu Elok langsung menjawab teleponnya."Wa'alaikumsalam.""Bagaimana kondisi di sana? Salsa baik-baik saja, kan?" tanya Bu Elok dari seberang sana. Suaranya terdengar tenang, meski sebenarnya jantungnya berdegup kencang menanti laporan hasil 'perang' antara ayah dan anak itu."Salsa baik-baik saja.
Ler mais