KAMU YANG KUCINTAI- 9 Testpack "Kimmy, kamu nggak kuliah pagi ini, Sayang?" tanya Bu Elok lembut, tangannya ragu untuk menyentuh bahu Kimmy yang duduk di dekat jendela kamar sambil memandang taman di luar.Kimmy hanya menggeleng pelan. Matanya tetap terpaku pada dahan pohon mangga yang bergoyang ditiup angin pagi.Bu Elok menarik napas panjang, mencoba merangkai kata dengan hati-hati supaya Kimmy tidak terkejut. "Kimmy, maafkan Mama. Tapi Mama harus tanya. Tolong jujur sama Mama," suaranya merendah dan sangat hati-hati. "Apa kamu hamil?"Kimmy bergeming. Dia tetap tak mengubah posisi meski dadanya bergemuruh hebat. Tatapannya tetap kosong ke luar kamar. Kenyataan itu yang ia takutkan. Namun bagi Kimmy, mamanya bukanlah tempat yang tepat untuk mengadu, menangis, meringankan beban yang menindihnya tanpa ampun. Justru dialah sumber kekecewaan bagi Kimmy."Kim?" desak Bu Elok lagi."Pergilah, Ma. Aku ingin sendiri," sahut Kimmy. Suaranya datar dan hampa, bahkan tanpa memandang sang mama
Read More