"Sayang, kau yakin akan tinggal di sini bersamaku?"Renata menggenggam kedua tangan neneknya itu, memandangnya lembut untuk meyakinkannya. "Tentu, Ruth. Aku bahkan telah lama mendambakan pulang ke kampung halaman ini sejak lama."Desa lereng gunung itu masih sama seperti saat Renata meninggalkannya beberapa bulan lalu. Tidak ada yang berubah.Old Amersham, Lembah Misbourne.Walau Renata tidak lahir di sana, tapi ia dibesarkan di sana dengan masa kecil yang penuh angan-angan.Angan-angan menjadi bahagia, angan-angan ingin datang ke London dan menjadi sukses. Sekaligus harapan besarnya bisa bertemu sang ayah kandung. Tapi sekarang, Renata benar-benar menyesali angan-angan kedua dan ketiganya. "Nek. Kau ingat, dulu. Kita bertiga, bersama Ibu menanam bunga matahari di sana!" Renata menunjuk bekas-bekas pot kosong yang dulunya menjadi pot bunga matahari. Ruth mendesahkan napas, ia agak melow kalau diingatkan soal putrinya yang malang. Seandainya saja, dulu, ibunya Renata—Elsi, itu memat
Read more