Pagi hari di pinggir sebuah sungai besar, Lintang kembali mengeluarkan kelompok Sakotama dan sesepuh Yareswara.Mereka masih terdiam merasa malu kepada Lintang, sementara Arga malah tertawa terbahak-bahak.“Lupakanlah! Bagiku itu tidak masalah,” ucap Lintang membuka pembicaraan.“Maafkan kami tuan Lintang, kami tidak bermaksud menyinggung anda,” ungkap Sakotama. Dia berani berbicara karena Lintang memberinya jalan.“Sudahlah!” ujar Lintang.“Sekarang jelaskan apa yang terjadi dengan raja terdahulu, aku tidak yakin kau hanya bergerak di bawah perintah panglima besar Jalamada,” pinta Lintang serius.“Itu …,” Sakotama terlihat ragu.Sementara Wirana langsung saling pandang dengan tiga pendekar lain.“Jika kau tidak mau mengungkapkanya, maka dengan berat hati aku tidak bisa membantumu. Kalian silahkan lanjutkan perjuangan kalian, sedangkan kami akan bergerak sendiri menuju kadipaten Galanipan,” tutur Lintang membuat Sakotama langsung berlutut meminta maaf.“Aku tidak membutuhkan maafmu Sa
閱讀更多