Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-02-27
Oleh:  Pujangga Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
17Bab
15Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Pemuda berdarah setengah bangsa lelembut berkelana ke alam Dewa. Awalnya direndahkan, Namun setelah mengetahui siapa identitasnya, seluruh Dewa tunduk dibawah perintahnya.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1 Sekte Pedang Kahuripan

Sekte Pedang Kahuripan merupakan perguruan terkuat di alam para dewa. Tempat lahirnya banyak legenda dan kesatria sakti bangsa dewa.

Namun siapa pun yang ingin masuk ke sana harus menempuh ujian berat yang bahkan dapat merenggut nyawa.

Tidak hanya itu, ujian masuk Sekte Pedang Kahuripan juga hanya diadakan setiap 200 tahun sekali sehingga hampir semua dewa mendambakannya.

Hari ini, ujian tersebut sedang diselenggarakan. Terdapat ribuan dewa yang mendaftar sebagai calon peserta dan, ada sekitar ratusan ribu dewa yang menjadi penontonnya. Termasuk para guru serta sesepuh perguruan lain.

Semua calon peserta sedang bertarung di lapangan terbuka, bagi 1000 orang yang bisa bertahan, dia akan diterima masuk sebagai peserta.

"Cih! Kenapa ada makhluk rendahan seperti dia di ujian ini? Memalukan," umpat salah satu kepala kampus Banyu Diva.

“Hahaha, tenang saja! Aku yakin makhluk itu akan gagal diseleksi ini,” ketua perguruan lain menimpali dengan tertawa.

Alam dewa adalah alam yang sakral, makhluk selain bangsa dewa tidak diperkenankan ada di sana.

Namun dalam percobaan ini, terdapat makhluk keturunan campuran antara manusia dan lelembut.

Dia adalah Lintang Arundia Masalemba, pendekar sakti dari dunia manusia.

Parasnya begitu tampan dengan rambut putih terurai panjang sepinggang. Memiliki mata biru langit dan wajah memesona.

Namun Lintang dipandang sebelah mata di sana, dia bahkan direndahkan dan dihina hanya karena berbeda ras dengan mereka.

Alhasil, pada pertarungan itu Lintang dikepung ratusan dewa. Mereka begitu sangat berambisi ingin membunuhnya.

"Hahaha, makhluk sepertimu bahkan lebih menjijikkan daripada sampah kami, anak muda. Menyerah saja dan biarkan kami membunuhmu dengan cepat."

“Benar! Kehadiranmu di sini hanya mengotori kesucian perguruan besar kami. Dasar sialan!”

“Cih! Dari awal aku memang sudah mencium bau hawa manusia dan lelembut darinya. Itu membuatku mual dan ingin muntah.”

“Aku setuju dengan kalian, melihatnya saja mataku terasa perih karena jijik.”

Satu per satu, para kandidat yang mengelilingi Lintang melontarkan hinaan kepadanya.

Tidak hanya mereka, tetapi semua penduduk alam dewa dan para pembesar perguruan juga ikut menggunjing Lintang.

Namun pemuda tampan tersebut hanya menyeringai tipis mendengarnya. Dia tidak menanggapi satu pun perkataan mereka selain tatapan tenang seakan para dewa bukan apa-apa baginya.

"Tuan, izinkan saya membantai makhluk-makhluk sombong itu," pinta sebuah suara tak berbentuk di dalam kepala Lintang.

“Tidak Jagat, kedatangan kita ke sini bukan untuk menumpahkan darah. Tetapi menemui Resi Batara Gundawarma, aku harus bisa masuk menjadi murid perguruannya karena hanya itulah jalan yang bisa kita tempuh,” sergah Lintang.

“Aku sungguh kesal tuan, tapi itu terserah padamu saja,” ungkap suara tanpa wujud dengan nada lemah.

Dia merupakan suara dari senjata pusaka milik Lintang, sebuah tongkat kayu lusuh yang terlihat jelek di mata orang-orang.

Tetapi jangan salah, tongkat itu adalah pusaka sakti yang bahkan mampu membunuh bangsa dewa.

Di beberapa dunia, tongkat milik Lintang mempunyai julukan Tongkat Semesta. Satu-satunya senjata hasil ciptaan alam dari ketidaksengajaan.

“Apa kau pernah melihatnya? Ada yang aneh dengan pemuda itu?” tanya salah satu ketua sekte pedang Kahuripan.

“Ya! Aku melihatnya, sekte kita adalah sekte pedang. Tetapi dia malah membawa tongkat kayu jelek seperti itu,” ujar ketua lain di sampingnya.

“Bukan itu, dasar dewa tua tengik! Lihat matanya, dia tidak memiliki ketakutan sama sekali. Bukankah pemuda itu adalah satu-satunya calon peserta yang dikepung banyak pendekar?” ungkap ketua tadi.

“Hahaha, kukira kau menanyakan senjatanya. Terang saja dia tidak memiliki rasa takut, bagi makhluk lain masuk ke alam dewa saja sudah merupakan pelanggaran dan, dia kini ingin mendaftar ke perguruan kita? Jangan bercanda, pemuda itu memang sudah gila dari awal,” ketua di sampingnya malah tertawa.

“Benar kata Bangkadara, pemuda itu hanya mengantar nyawa kemari. Kita lihat saja bagaimana cara di menghadapi calon peserta lain. Aku yakin pemuda itu bahkan tidak akan bisa bertahan lebih dari 10 menit di sini,” seru ketua berbadan gempal.

“Kau dengar Nurada, bahkan senior Mulawarman saja tidak menilainya seperti itu. Tenang saja, pemuda itu tidak akan mempermalukan sekte kita lebih jauh. sebentar lagi dia akan tewas di sini, hahaha,” ketua Bangkadara kembali tertawa.

“Terserah kalian saja, tetapi aku melihat sesuatu yang lain pada anak lelembut tersebut,” ketua Narada mengerutkan kening menatap Lintang.

“Bunuh! Bunuh! Bunuh! Bunuh!”

Teriakan penonton menggema meminta Lintang segera dilenyapkan membuat para calon murid yang mengepungnya semakin bersemangat.

“Hahaha, sudah kubilang makhluk sepertimu tidak lebih hina dari kotoranku sialan! Baiklah, ayo serang dia teman-teman. Sampah itu telah mengotori negeri kita, cincang dia sampai menjadi serpihan daging,” seru calon peserta bermata satu.

Dia memiliki wajah yang garang seperti memang bukan berasal dari dewa yang baik.

“Hahaha, tanpa kau suruh pun aku akan melakukannya. Jangan sok jadi pemimpin kau mata satu,” calon peserta lain tertawa.

“Cih! Setelah mumbunuhnya, kau adalah sasaran keduaku bangsat!” teriak si mata satu.

“Banyak bicara, ayo serang dia!” bentak calon peserta berbadan tinggi kekar.

“Cih! Dewa lemah seperti kalian berlaga di depanku, hanya seorang anak lelembut, pedangku saja sudah cukup membunuhnya,” teriak peserta lain yang merupakan seorang wanita.

Wooooooow!

Pendekar wanita tersebut melesat dengan kecepatan tinggi menuju tempat Lintang.

Pedangnya menderu berniat menebas leher lawan. Wanita itu memiliki energi kuat yang sangat menekan membuat calon peserta lain tidak berani berurusan dengannya.

Melihat sang wanita maju duluan, para calon peserta yang ada di sana tertawa terbahak-bahak. Mereka menertawakan nyawa Lintang yang tidak lama lagi akan melayang.

Namun saat mata pedang pendekar wanita tadi sejengkal lagi akan menyentuh leher Lintang. Wanita itu tiba-tiba langsung terpental sejauh 20 meter dan berakhir tidak sadarkan diri membuat semua calon peserta lain terperangah menyaksikannya.

Tawa mereka seketika lenyap berganti keterkejutan. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang terbatuk tersedak napasnya sendiri.

“A-apa yang terjadi?” si mata satu terbata.

“A-a-aku juga tidak mengerti. Si sampah itu bahkan tidak bergerak dari tempatnya,” ujar peserta lain.

Sementara semua ketua perguruan yang ada di sisi arena membelalakkan mata menatap Lintang.

Mereka melihat pemuda itu bergerak lebih cepat dari cahaya, menjatuhkan prajurit wanita itu hanya dengan satu pukulan.

Itu sebuah gerakan jurus tingkat tinggi yang tidak bisa dilihat oleh pendekar tingkat rendah, bahkan para ketua di sana hanya melihat gerakan Lintang dari bayangannya saja, membuat mereka bertanya-tanya siapa pemuda itu sebenarnya?

“Ini sungguh buruk! Apa dia baru saja menggunakan lompatan angin?” ketua Bangkadara masih mematung tidak percaya dengan apa yang disaksikan matanya.

“Bukan, tetapi jurusnya memang mirip seperti jurus kita. Sial! Aku harus melaporkan ini pada sesepuh,” umpat ketua Mulawarman yang merupakan salah satu ketua senior di sana.

Sementara ketua Narada malah menunjukkan senyum aneh menatap Lintang.

**

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
17 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status