“Ini tuan silakan! Ini adalah makanan terbaik di tempat kami, apa anda ingin memesan tuak atau yang lain?” ucap sang pelayan perempuan kembali datang.Dia membawa nampan besar berisi daging kambing panggang, dan beberapa sup daging kuda. Selain itu juga ada aneka makanan lain yang dibungkus dengan daun pisang, satu mangkuk sambal, dan sekendi air putih.“Waahh, ini kelihatannya enak. Terima kasih bi, kami tidak biasa meminum tuak, jadi kami tidak akan memesannya. Ini untuk makan kami dan sisanya untuk bibi,” ujar Arga.Dia memberikan 3 keping emas untuk membayar semua makanan membuat sang pelayan perempuan langsung melebarkan mata tidak percaya.“I-i—ini terlalu kebanyakan tuan, apa anda yakin?” tanya pelayan perempuan terbata.“Tidak apa, sisanya untuk bibi saja,” ucap Arga meyakinkan.“Te-terima kasih tuan, jika ada lagi yang anda butuhkan, panggil aku saja jangan sungkan,” sang pelayan perempuan meraih 3 keping emas di atas meja dengan tangan bergetar.Setelah itu, dia lekas kembal
閱讀更多