Di ruang makan yang megah itu, ketenangan yang tercipta terasa sangat semu. Victoria duduk dengan tenang yang dipaksakan, tidak lagi melontarkan sindiran tajam seperti biasanya. Keheningan itu pecah saat Mbok Darmi, asisten rumah tangga senior yang baru saja kembali, masuk dengan sikap santun."Selamat pagi Tuan Adrian, Nyonya Clara, dan Nyonya Besar. Saya sudah menyiapkan acara untuk nanti malam," lapor Mbok Darmi.Bi Fatma yang berdiri di sampingnya ikut menimpali sambil menunduk hormat, "Sesuai rencana Tuan Adrian, pesta pernikahannya memang sengaja tidak diadakan besar-besaran, hanya untuk kalangan intern."Mendengar itu, binar kemenangan muncul di mata Victoria. Ia menoleh pada putranya dengan senyum penuh arti. "Sudah Ibu bilang, Adrian pasti akan mendengarkan—"BRAK!Hantaman tangan Adrian ke meja membuat peralatan makan beradu nyaring. Clara tersentak, menghentikan kunyahannya seketika. Suasana damai itu menguap dalam sekejap, digantikan aura dingin yang mencekam dari arah Adr
Last Updated : 2026-04-10 Read more