Suasana di dalam butik kelas atas itu terasa begitu kontras dengan ketegangan yang menyelimuti Clara. Aroma parfum mewah dan jajaran gaun sutra yang berkilauan seharusnya membuat wanita mana pun merasa seperti putri, namun hati Clara justru terasa berat.Adrian tidak lagi memegang pinggangnya. Pria itu bahkan tidak mengantarnya sampai ke dalam pintu butik. Sikapnya kembali membeku, jauh lebih dingin daripada saat mereka pertama kali bertemu."Sekretaris saya sudah menyiapkannya. Jika kamu tidak suka, tukar saja yang baru," ucap Adrian pendek sebelum membuang muka. Clara hanya bisa mengangguk pelan dan melangkah masuk ke dalam butik Anjani Exclusive. Di sana, sang pemilik butik, Bu Anjani, sudah menyambutnya dengan senyuman yang sangat ramah."Halo, Ibu Clara," sapa Bu Anjani sopan. "Sekretaris Pak Adrian sudah menyiapkan pakaian mahal untuk Anda. Mari, kita fitting gaun pengantin ini. Ini adalah koleksi paling mewah yang pernah kami buat."Clara tersenyum tipis, mencoba tetap profesi
Last Updated : 2026-03-29 Read more