Langkah kaki Clara di atas karpet beludru merah itu terasa begitu ringan namun pasti. Setiap pasang mata di ruangan itu tertuju padanya, namun Clara hanya fokus pada satu titik,Adrian. Pria itu berdiri tegak di ujung altar, mengenakan setelan tuksedo hitam yang sangat pas, menatap Clara dengan tatapan kagum.Di barisan depan, bisik-bisik kekaguman mulai terdengar dari para rekan bisnis Adrian."Nona Clara begitu cantik, Tuan," bisik Mark, salah satu rekan kerja Adrian, saat pria itu lewat di dekatnya. Adrian menoleh, matanya berkilat tidak senang mendengar pujian yang dirasanya terlalu akrab itu.Mark yang tidak menyadari perubahan aura Adrian malah melanjutkan dengan nada bercanda yang berbahaya. "Jika Anda suatu saat mencampakkannya, berikan saja padaku."Anton, kolega Adrian yang lain, ikut menimpali sambil mengangguk setuju. "Benar. Walaupun rumor mengatakan Nona Clara berasal dari desa, tapi lihatlah dia. Sangat cantik dan penampilannya sangat menarik. Dia punya pesona yang berbe
최신 업데이트 : 2026-04-13 더 보기