Pintu ruang rawat kakek Surya terbuka, dokter keluar sambil membuka masker disusul oleh suster. Tia berdiri dan menghapus air matanya, bertanya pada dokter dengan tergesa."Dokter, bagaimana keadaan kakek saya?" tanya Tia."Kami turut berduka cita, pasien telah meninggal dunia."Dunia Tia terasa runtuh, satu-satunya keluarga yang ia punya, satu-satunya orang yang selalu menyayangi nya kini pergi untuk selamanya. Tangis gadis cantik itu terdengar begitu pilu menggema di kamar tersebut, meski berkali-kali ia memanggil nama sang kakek, mata tua itu tak lagi bisa terbuka.Hanifa, Hendri, dan kakek Tirta datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar meninggalnya Surya. Mereka membantu proses keluar rumah sakit hingga pemakaman."Yang sabar, Tia. Ikhlaskan kakekmu, doakan dia agar tenang disana," ucap Hanifa seraya mengelus kepala gadis cantik yang kini menjadi menantunya."Sekarang aku benar-benar sebatang kara, aku gak punya siapa-siapa lagi," ucap Tia dengan tatapan kosong, tetapi air mat
Last Updated : 2026-04-10 Read more