Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.

Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.

last updateLast Updated : 2026-03-09
By:  Sulistiani Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Jika bukan perintah kakekku, maka pernikahan ini tak akan pernah aku lakukan. Karena pernikahan ini aku harus kehilangan wanita yang kucinta!" Tia menikah dengan lelaki yang lama ia kagumi karena perjodohan, tetapi disakiti berkali-kali. Hadi terang-terangan mengatakan jika mencintai wanita lain dan tak akan pernah mencintai Tia. Setelah 1 tahun menikah, Tia akhirnya menyerah pada cintanya. Namun, setelah Tia membuka hidup baru, Hadi baru menyesali perbuatannya.

View More

Chapter 1

Bab 1. Permintaan Kakek

"Tia, waktu kakek sudah tidak banyak. Jika kakek sudah tidak ada di dunia, kamu janji harus jadi wanita yang baik dan hidup bahagia," ucap Surya.

"Kakek, jangan bicara seperti itu. Kakek pasti sembuh, Tia cuma punya kakek," ucap gadis cantik bermata coklat, air mata nya sudah menganak sungai membasahi pipi.

Gadis yatim piatu yang dibesarkan oleh sang kakek, kini merasa sangat rapuh karena seminggu belakangan kesehatan sang kakek semakin menurun. Penyakit hipertensi dan usia yang tak muda lagi membuat Surya semakin lemah, ia memberikan sebuah cincin permata kepada sang cucu dengan tangan gemetar.

"Sebelum kakek pergi, tolong datang ke keluarga Prayogi perlihatkan cincin ini pada mereka," ucap Surya dengan suara bergetar.

Tia hanya bisa menganggukan kepalanya, setelah sang kakek minum obat dan tidur, gadis cantik itu pun menjalankan amanat sang kakek. Dengan sepeda motor maticnya, ia pergi ke kediaman keluarga Prayogi yang terkenal kaya dan memiliki banyak hotel di kota tersebut.

"Apa hubungan kakek dengan keluarga kaya itu?" gumam Tia dalam hati.

Ia tidak punya banyak waktu untuk berpikir, apapun yang terjadi di masa lalu sang kakek yang penting saat ini ia menjalankan amanat itu. Tia yakin ada hal penting yang ingin di sampaikan sang kakek hingga memintanya untuk datang dan memperlihatkan cincin tersebut pada keluarga Prayogi.

~

"Cincin ini? Kamu siapa, dimana Surya sekarang?" tanya seorang kakek tua yang berdiri dengan tongkatnya.

Tia sudah berada di dalam rumah mewah, kediaman keluarga Prayogi. Awalnya ia tak diizinkan masuk oleh security. Namun, tak sengaja bertemu dengan wanita cantik dan baik pemilik rumah tersebut. Setelah memperlihatkan cincin kakeknya, akhirnya Tia pun dipersilahkan masuk, kini ia duduk si sofa ruang tamu rumah mewah itu, ditatap oleh 3 orang keluarga Prayogi.

"Saya Tia. Saya cucu kakek Surya, sekarang kakek ada di rumah sakit. Dia minta saya datang kesini dan menunjukan cincin ini pada keluarga Prayogi, saya juga tidak tahu apa maksudnya," ucap Tia.

"Tia? Kamu Tiana Fadhilah, anak Seruni dan Fadhil?" tanya Hanifa, wanita cantik yang mengizinkannya masuk, istri dari Hendri Prayogi.

Tia menganggukan kepala, sedetik kemudian wanita cantik itu langsung memeluknya dengan erat, membuatnya sangat terkejut.

"Ya Tuhan kamu sudah sebesar ini, kemana saja kamu dan kakekmu pergi. Sejak mama dan papamu meninggal, kami tak pernah lagi mendengar kabar kalian," ucap Hanifa.

Tia sedikit mengangkat wajahnya, menatap wanita cantik paruh baya di depannya dalam-dalam. Akhirnya ia ingat, wanita tersebut adalah sahabat mamanya, kakek tua yang memegang tongkat adalah sahabat kakeknya.

Dulu keluarga mereka sering berlibur bersama, tetapi sejak mama dan papa Tia meninggal, perusahaan bangkrut, Surya pun membawa Tia tinggal di pedesaan. Setelah lulus kuliah dan mendapat pekerjaan di kota barulah Tia membawa sang kakek tinggal di kota.

"Tadi kamu bilang Surya di rumah sakit?" tanya kakek Tirta.

"Iya, kakek memiliki riwayat penyakit hipertensi. Belakangan kondisi kesehatannya memburuk, sekarang di rawat di rumah sakit karena hipertensi dan komplikasi penyakit lain," jawab Tia.

"Dia meminta mu datang kesini, pasti ada hal penting yang ingin di sampaikan," ucap kakek Tirta.

Tanpa banyak basa-basi, mereka pun akhirnya pergi menuju rumah sakit untuk melihat kondisi kakek Surya.

Setelah sampai di rumah sakit, suasana haru pun sangat mendominasi ruangan. Sahabat lama yang akhirnya dipertemukan kembali, dua lelaki yang sudah tak muda lagi mengenang masa lalu, membahas hal-hal yang pernah mereka lewati bersama, hingga akhirnya terpisah karena keadaan yang tak terduga.

"Tirta, aku rasa waktuku sudah tak lama lagi. Cucuku ini tak punya siapa-siapa, jika aku pergi tolong jaga dia. Apa kau masih ingat perjodohan yang pernah kita inginkan dulu? Apa itu masih berlaku?" tanya Surya.

"Kakek ...." Mata Tia kembali basah mendengar ucapan sang kakek. Ia tahu setiap bernyawa pasti akan mati, tetapi menghadapi kepergian sang kakek rasanya ia tak pernah siap.

Tirta menganggukan kepala menjawab ucapan sahabatnya. "Dulu kita ingin menjodohkan anak, tetapi takdir berkata lain. Anak kita sama-sama perempuan hingga tidak bisa dijodohkan, tapi mereka bersahabat," ucap Tirta.

Hanifa menghela nafas, ia pernah mendengar hal itu. Persahabatan nya dengan Seruni pun terjadi karena persahabatan kedua orang tua mereka, tetapi selain itu Hanifa sangat senang bersahabat dengan Seruni karena sifatnya yang baik dan tulus.

"Sekarang sepertinya kita bisa mewujudkan perjodohan itu. Cucumu perempuan dan cucuku laki-laki," ucap Tirta.

"Sebelum meninggal, aku ingin melihat Tia menikah. Aku tenang meninggalkan dunia ini, jika Tia ada yang menjaga," ucap Surya.

"Pernikahan itu pasti terjadi. Cucuku pasti akan jadi suami cucumu!" ucap Tirta.

Hanifa menggenggam tangan dan merangkul pundak Tia, ia senang karena anak sahabatnya akan menjadi menantunya. Ia yakin Tia pasti gadis baik seperti ibunya dulu, sementara Tia hanya diam tak bisa berkata apa-apa.

Ia harus memenuhi permintaan terakhir sang kakek, meskipun tidak tahu lelaki seperti apa yang akan menikah dengannya nanti.

Satu Minggu kemudian.

Surya di pindahkan ke ruang rawat VIP, ruang rawat itu kini di hias dengan bunga-bunga segar. Tia sudah menggunakan kebaya, make up tipis, dan hiasan kepala sederhana, pernikahan sederhana dilakukan di ruangan itu karena Surya yang akan menjadi Wali nikah cucunya sendiri.

Sementara di luar ruangan.

"Ini gila, bahkan aku harus menikah dengan wanita yang tak pernah aku kenal!" ucap Hadi. Lelaki tampan yang merupakan ahli waris perusahaan milik keluarga Prayogi.

"Dia anak sahabat mama mu, papa sudah menyelidiki. Dia gadis baik, pintar, dan bagus jika kamu menikah dengannya," ucap Hendri.

"Kalau papa pikir seperti itu, kenapa bukan papa saja yang menikahinya!" ucap Hadi sinis.

"Hadi jaga ucapanmu! Dia itu gadis baik, lagipula ini permintaan kakek. Perjodohan ini bahkan sudah dibuat sebelum kamu lahir ke dunia," ucap Hanifa.

"Tapi aku tidak mencintainya! Karena permintaan kakek ini aku kehilangan orang yang aku cintai," ucap Hadi tambah emosi ketika mengingat sang kekasih yang meninggalkan karena tahu ia di jodohkan dengan wanita lain.

Belum sempat Hanifa dan Hendri menjawab ucapan Hadi, seorang penghulu datang dan meminta Hadi untuk memulai pernikahan.

Hadi menonjok dinding rumah sakit, ia tidak bisa menolak perjodohan itu, tetap harus menikahi wanita yang tak ia cintai karena sang kakek mengancam akan bunuh diri jika Hadi menolak menikah dengan Tia.

Dengan langkah berat, Hadi pun memasuki ruangan tersebut. Ternyata sang kakek sudah menunggu, duduk di samping sahabatnya yang terlihat lemah karena sakit. Ia pun menatap wanita cantik yang duduk dengan kebaya putih sederhana. Meksi wanita itu cantik, tak membuat hati Hadi bergetar, justru ia menatapnya dengan kebencian.

Sementara Tia saat pertama menatap Hadi langsung mengenali lelaki itu sebagai teman masa kecilnya dulu.

"Dia ... Ternyata lelaki yang akan menikahiku adalah orang yang pernah menyelamatkan ku, orang yang sudah lama aku sukai. Aku pikir tidak akan pernah bertemu lagi, tapi ternyata dia akan jadi suamiku," gumam Tia dalam hati.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status