Setelah pembicaraan panjang, Mia akhirnya mau ikut kembali dengan Dirga ke Jakarta. Mia sedang membereskan barang-barangnya. Di depan pintu kamar, ada Nisa yang diam tanpa suara. Tatapan gadis itu kosong. Baru saja ia punya teman yang tulus, namun Tuhan seolah tak suka dirinya bahagia."Nisa," Panggil Mia yang langsung mengejutkan gadis tersebut."Eh ya?""Kamu kenapa bengong?"Nisa tersenyum, "Nggak kenapa-kenapa kok mbak. Sedih aja mbak pergi."Mia ikut merasakan kesedihan itu. Ia berdiri lalu memeluk Nisa, "Kan kamu bisa main ke Jakarta.""Hehehe, duit dari mana mbak? Nunggu kakek tua itu nikahin aku dulu baru bisa punya uang banyak.""Kok gitu? Bukannya udah selesai?""Ya siapa tahu diulang lagi. Mbak, hidup di desa ini susah untuk orang tua yang punya anak gadis. Apalagi anak gadisnya macam aku ini. Yang ngincer mah pada tua semua."Mia tertawa, namun tawa itu hanya untuk menghibur hati saja, "Tapi kalau kamu nolak, bisa kan?"Nisa mengangguk,"Bisa." Jawabnya, "Tapi habis itu aku
Last Updated : 2026-05-24 Read more