MasukMia hanya ingin menjalani hidup sederhana, bekerja, pulang ke kontrakan kecilnya, dan menghindari masalah. Namun suatu malam, ia menemukan seorang pria terluka parah di depan rumahnya. Berbekal ilmu keperawatan yang ia dapat dari kuliahnya dulu, Mia mencoba mengobati pria asing tersebut. Namun siapa sangka, kebaikan kecil yang ia lakukan justru menyeretnya masuk ke dalam kehidupan gelap seorang mafia. Dunia yang penuh bahaya, rahasia, dan sisi kelam yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sejak saat itu, kehidupan tenang Mia perlahan berubah. Dirga memang tak pernah bersikap kasar padanya, tetapi dunia pria itu terlalu berbahaya untuk didekati. Semakin lama Mia berada di dekatnya, semakin rumit pula perasaannya. Ketakutan, rasa ingin melindungi, dan sesuatu yang lebih dalam mulai tumbuh di hatinya. Namun di dunia Dirga, satu kesalahan kecil saja bisa menghancurkan segalanya. termasuk cinta.
Lihat lebih banyakFaktanya dunia memang kejam untuk seorang perempuan. Apalagi mereka yang tak punya apa-apa dan tak ada siapapun yang menjaga. Mia merasakan itu semua. Orang tuanya bercerai dan keduanya kembali menikah dengan pasangan mereka masing-masing, hidup bahagia tanpa memikirkan dirinya sama sekali.Jadi, jika sekarang ia mati, tak akan ada yang peduli.Mia masih menatap Dirga. Air matanya masih mengalir. "Aku tak pernah takut untuk mati asal kamu tahu Dirga. Karena aku tak punya siapa-siapa di dunia ini."Kali ini Dirga benar-benar dibuat diam seribu bahasa. Tak pernah terlintas di benaknya jika ia akan melihat tatapan mata yang menyakitkan seperti ini.Dirga berdehem. Ia melepaskan genggamannya dari lengan Mia. Tanpa banyak bicara lagi, Dirga kembali masuk ke kamarnya. Sepeninggalan Dirga, Mia langsung menyentuh lengannya yang terasa sakit. Ia masih terisak. Lagi-lagi ia menyentuh perutnya. Rasa lapar itu belum reda walaupun moodnya sedang tak baik-baik saja.Mia memutuskan duduk di kursi m
Mia masih mengatupkan bibirnya. Ia kehilangan keberaniannya tadi. Dan kini, ia terjebak dalam situasi yang sulit.Matanya masih terpejam. Ia tak berani membuka mata. Kini yang bisa ia rasakan hanya lumatan Dirga pada bibirnya dan satu lagi,"Apa itu yang keras di bawah." Batinnya.Otak cerdasnya paham itu apa. Mia merasakan benda itu semakin menekan.Tidak. Ini tak bisa dilanjutkan. Mia membuka matanya dan dengan dorongan keras, ia mendorong Dirga membuat ciuman itu terlepas.Namun Dirga kembali menariknya. Tubuh Mia menegang saat Dirga tiba-tiba menghimpitnya mendekat. Belum sempat ia bereaksi, kedua pergelangan tangannya sudah terangkat, tertahan di atas kepalanya, terkunci oleh satu genggaman kuat.“Dirga…?” suaranya nyaris tak keluar.Namun laki-laki itu tak menjawab.Dalam satu gerakan cepat, tubuh Mia diputar menghadap dinding. Punggungnya menempel pada permukaan dingin, sementara napasnya mulai tak beraturan. Jantungnya berdetak begitu keras, seolah ingin keluar dari dadanya.I
"Apa-apaan kamu. Aku nggak mau! Kamu pikir kamu siapa? Seenak jidat kamu aja nentuin nasib orang."Pintu kamar Dirga terbuka. Dion berdiri di depan sana. Jangan tanyakan ekspresi Dion.Melihat Mia yang duduk di pangkuan Dirga, membuat Dion harus memukul pipinya beberapa kali."Kalian?"Dengan cepat Mia turun dari pangkuan Dirga."I--ini nggak seperti yang kamu pikirkan. Aku, aku," Mia melirik Dirga yang terlihat santai. Mia benar-benar ingin mengeluarkan tanduknya saat ini juga."Kamu!!" Mia menunjuk Dirga, "Ini semua salah kamu!! Dasar otak mesum. Otak kotor. Pria aneh, jahat, menyebalkan!!!" Mia mengambil bantal yang tadi Dirga tiduri lalu melemparnya pada Dirga."Mati aja kamu!" Teriaknya sebelum ia memutuskan untuk keluar.Mia membanting pintu kamar Dirga dengan kuat. Ia benar-benar kesal setengah mati.Sesampainya di kamar tamu, Mia berteriak keras. Ia melepaskan emosinya bahkan Dirga bisa mendengar teriakan kesal Mia di kamarnya."DASAR PRIA MESUM SIALAAAANNN!!!" teriaknya. "Kam
Dion menggendong Mia dengan hati-hati. Selama perjalanan pulang ke rumah Dirga, gadis itu tertidur. Walaupun isakan sisa tangisnya belum juga hilang. Sementara Dirga, kini berada di kamar utama sedang diperiksa dokter pribadinya sekaligus teman Dirga juga bernama Kian.Dion keluar dari kamar tamu tempat Mia tidur dan langsung menuju ke kamar Dirga."Bagaimana?" Tanya Dion."Dirga sudah tidur.""Parahkah?"Kian mengangguk ragu."Karena ini luka baru dan masih basah, jadi akan lebih cepat kembali infeksi jika terlalu memaksakan gerak.."Dion mengangguk paham. "Lalu, bagaimana dengan gadis itu? Kau yakin dia tak akan mengalami trauma berat?"Dion menghela napas panjang, "Entahlah. Aku tak bisa menebak. Pria gila itu sangat keterlaluan. Bagaimana bisa dia membawa Mia ke tempat seperti itu dan memperlihatkan eksekusi."Kian tertawa, "Pria yang kau sebut gila itu adalah temanmu.""Dia temanmu juga!""Berarti kita berteman dengan orang gila." Celetuk Kian membuat Dion dan dirinya langsung t












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.