Tiba- tiba, sekumpulan ular mulai merayap ke arah mereka. Entah dari mana, bayangan seperti cambuk melesat menembus udara dan menerjang tepat ke arah mereka!"Awas!" teriak Alaric, menarik Kian menjauh tepat pada waktunya. Dia dengan cepat mengeluarkan penolak ular dan menyemprotkannya seperti orang gila.Kian pucat pasi karena takut. Ular itu, setelah meleset dari sasarannya, melingkar dan mundur beberapa langkah, siap menyerang lagi. Lidahnya menjulur keluar masuk, mengeluarkan suara mendesis seolah- olah marah karena mereka berada di sana.Hayes, yang bermandikan keringat, menggunakan sebuah alat untuk menangkis beberapa ular lagi di sekitarnya. Julian, meskipun tidak diserang, juga tampak cukup terguncang."Kau gila, berteriak seperti itu?" desis Alaric kepada Julian, sambil menatapnya tajam.Julian terdiam, mengerutkan bibirnya.Alaric tak membuang- buang kata lagi dan menendang Hayes, memberi isyarat agar dia segera pergi.Sementara itu, Tamsin, yang duduk di dalam mobil, bertan
Read more