Tak lama kemudian, suara rem berdecit bergema di luar gudang, diikuti oleh derap langkah kaki yang cepat.Mata sepia sedikit gelap, senyum dingin tersungging di sudut bibirnya."Ken, kita akan bertemu lagi," katanya kepada Alaric, nadanya main- main.Dengan itu, dia dengan cepat mundur, melemparkan granat kejut. Dalam cahaya putih yang menyilaukan, sosoknya menghilang seketika.Detik berikutnya, puluhan petugas SWAT bersenjata lengkap menyerbu masuk, senjata mereka diarahkan ke Wilmer dan pria berjas itu."Polisi! Jatuhkan senjata kalian!"Wilmer mengangkat alisnya, dengan malas mengangkat tangannya tanda menyerah, melirik Alaric yang berwajah muram.Darah terlihat jelas di bahu Alaric, membuat petugas medis di dekatnya khawatir dan bergegas untuk membalut lukanya"Terima kasih," Alaric berdesis, bibirnya pucat karena kehilangan banyak darah. "Bagaimana dengan Cecilia?"Petugas medis itu ragu- ragu, lalu menjawab dengan gugup, "Nyonya Medici dan yang lainnya sudah berada di ambulans,
閱讀更多