Kotak besi itu berat, tetapi Cecilia belum berniat membukanya. Instingnya mengatakan kepadanya bahwa barang- barang ini sama pentingnya dengan peta. Saat mereka meninggalkan ruang kerja, rak buku di belakang mereka perlahan menutup, kembali ke keadaan semula, seolah- olah tidak pernah ada orang di sana. Cecilia menatap sekali lagi ke arah Vila Medici yang mulai lapuk, merasakan campuran berbagai emosi. Tempat ini menyimpan terlalu banyak rahasia keluarga Medici, dan dia semakin dekat untuk mengungkap kebenarannya. Saat mereka meninggalkan Vila Medici, hari sudah larut. Cahaya bulan yang redup menembus awan, memancarkan kilauan perak yang menyeramkan pada dinding- dinding vila yang lapuk. Sementara itu, lengan Alex dicengkeram erat oleh Jessa, jari- jarinya dingin dan keras seperti baja, hampir menusuk dagingnya. Alex berjuang, tetapi tidak bisa menggeser Jessa. Mata Jessa tampak kosong, cahaya biru aneh berkedip- kedip di pupilnya, seperti cangkang tanpa jiwa. "Jessa, ini aku,
閱讀更多