Melihat bahwa dia tidak bisa menghentikan Caroline, Cecilia dengan cepat dan sopan meminta maaf kepada petugas keamanan di sebelah kiri dan bergegas mengikutinya."Siapa yang mengizinkanmu pindah ke sini?" Caroline membentak Tamsin, matanya menyala- nyala.Tamsin mendongak, setelah selesai memverifikasi informasi wajahnya untuk masuk."Bukan itu intinya," balas Tamsin, sambil menyeringai. "Yang penting adalah mulai hari ini, aku juga tinggal di sini.""Kau?" Caroline mengangkat alisnya, nadanya penuh dengan rasa jijik. "Tak cantik, tak menawan, tak tinggi, tak kaya. Kau hanyalah wanita simpanan yang bisa dibuang kapan saja! Sungguh memalukan memiliki orang sepertimu di komunitas kami!"Cecilia tak kuasa menahan tawa. Ia melangkah maju, melirik Tamsin yang terdiam dan Owen yang kebingungan di dekatnya."Caroline, aku tidak tahu kau bisa melakukan ini," kata Cecilia sambil tersenyum santai. "Owen benar- benar mengantarkan mobil ini dengan cepat."Owen tampak malu, hanya mengikuti perint
Read more