Melalui lubang intip, aku melihat seorang pria berambut ikal dan berbadan tegap berdiri di depan pintu. Ekspresi wajahnya tampak sangat datar, ciri khas pengawal pribadi yang profesional. Pasti ini Leon.“Hai, Leon?” ujarku begitu membuka pintu.“Yes, Nona Gea.” Pria itu mengangguk dengan santun.“Panggil aja Gea. Nggak usah pakai nona. Ayo, silakan masuk.” Aku membuka pintu lebar-lebar.Aroma lembut parfum menyapa indra penciumanku. Wangi laut. Tidak terlalu kuat, tetapi cukup untuk sekadar meninggalkan kesan.Takut ada mata-mata, aku memang meminta Leon untuk menyewa kamar yang sama lantainya dengan kamarku di hotel ini. Dengan demikian, aku tidak perlu menjemput dia ke lobi. Dia bisa langsung naik dan datang ke kamarku.“Selain mengawal, apa kamu bisa bantu aku cari informasi?” tanyaku langsung, tanpa berbasa-basi terlebih dahulu. Situasi sudah gawat darurat. Tidak ada banyak waktu.“Tentu saja, mmmhhh Gea.” Sepertinya Leon masih terlalu sungkan untuk langsung menyebut namaku. Masa
Huling Na-update : 2026-03-30 Magbasa pa