“Kamu kenapa sih, Mas. Kok, tadi kayak uring-uringan gitu. Cemburu sama ... si Leon itu? Kamu cinta sama Gea? Hah?” Kalila langsung memberondong Kavi.“Ngomong apa sih kamu ini, Kal?” Kavi menanggapi dengan sewot.“Tuh, kan! Liat. Kamu jatuh cinta sama perempuan tuli itu?”Sinis sekali ucapan Vivi barusan. Ini benar-benar gila! Bisa-bisanya mereka memasang tampang manis di depanku, tapi di belakang ....“Mana mungkin aku jatuh cinta sama wanita bodoh macam dia. Yang benar saja kamu, Kalila. Cintaku itu cuma buat kamu, Sayang.” Suara Kavi kembali melembut.“Terus, ngapain sewot dari tadi?” Kalila masih saja curiga. Mungkinkah masih ada sisa, sedikit saja cinta di hati Kavi untukku?“Aku cuma tidak mau ada pengawal di sisi dia. Rencana kita bisa terhambat. Makin susah buat melenyapkan dia,” tegas Kavi.Ah, ternyata aku salah. Kukira masih tersisa cinta atau setidaknya rasa iba di hati Kavi. Nyatanya, tidak sama sekali.Aku masih tetap menutup mata, tetapi memasang telinga dengan waspada
Huling Na-update : 2026-04-02 Magbasa pa