LOGINPandanganku kabur. Kantuk yang janggal menyerang hebat saat aku menyetir di tepian jurang. Detik berikutnya, duniaku terbalik. Mobil beradu dengan batu. Tubuhku terhempas berkali-kali. Di sisa-sisa kesadaran, aku melihat cairan merah pekat mengucur deras di antara sela paha. Seketika hatiku hancur melebihi tulang-tulangku yang patah. Itu darah anakku! Buah hati yang baru akan kukabarkan pada suami tercinta. Kupikir aku sedang sial hingga mengalami kecelakaan maut. Ternyata, fakta mengejutkan terkuak. Suamiku bersekongkol dengan adikku sendiri. Aku mati dengan dendam membara. Kali ini takkan ada cinta. Hanya ada rencana untuk menghancurkan mereka, mengirim keduanya ke dasar neraka.
View More“Aku Gea.” Aku menjawab singkat.Kulit tangan kami sempat bersentuhan selama beberapa detik, tetapi cukup untuk mengalirkan gelenyar istimewa yang aku tidak tahu itu apa. Ada rasa nyaman, tenang, dan membuat hati berbunga secara tiba-tiba. Apakah itu cinta pada pandangan pertama? Mungkin saja. Tanpa aku sangka, Kavi tiba-tiba menyodorkan telepon genggam. “Nomormu. Aku mau traktir kamu kopi kalau tugasku sukses di depan dosen.” Kavi tergolong pemuda berpenampilan rapi meski tidak terlalu trendi. Gadis mana yang bisa menolak pesonanya?“Kenapa harus traktir aku?” Dahiku mengernyit, seakan protes, tetapi tangan tetap saja menyambut uluran benda pipih berwarna biru tua itu, lalu mulai mengetikkan sederet nomor sembari sesekali memperhatikan wajahnya.Aku harus benar-benar teliti membaca gerak bibirnya. Kavi belum tahu kalau aku tuli.“Kamu yang mengingatkan aku soal kancing ini. Pasti performa aku jelek di depan dosen kalau kamu tidak bilang. Anggap saja sebagai ucapan terima ka
Mungkin memang terdengar aneh. Aku seakan tidak menjaga rahasia tentang strategi perlawanan terhadap Kavi dan Kalila, malah terkesan membocorkan. Itu karena aku punya pertimbangan sendiri. “Justru dengan begitu, mereka nggak akan sembarangan melenyapkan aku karena tahu kalau mereka nggak akan dapat apa-apa. Biarkan mereka berpikir lebih keras dan mencari cara untuk mengamankan hartaku. Kita buat mereka sibuk biar bisa ulur waktu sambil mempersiapkan serangan berikutnya.” Aku tersenyum tipis.Leon yang dari tadi sibuk berkutat dengan ponselnya, berhenti selama beberapa jenak. Matanya beralih menatapku, lalu ikut memulas senyum. Itu tandanya dia setuju dengan pemikiranku.Memang salah satu tujuan membuat surat wasiat adalah untuk mengamankan diriku sendiri. Kavi dan Kalila pasti akan menyelidiki soal isi dari surat wasiat yang aku buat hari ini. Tidak mungkin mereka bertanya ke aku. Kavi dan Kalila bisa dengan mudah bertanya ke tim legal perusahaan.Meski bersifat pribadi dan rahasia,
Untung saja suami Mei tidak marah. Dia ikut mendengarkan cerita dari mulut Mei dengan saksama.Seperti yang sudah aku dan Leon duga, Mei memang berhasil memergoki adegan panas yang terjadi di rumah. Pintu kamar masih terbuka. Kavi dan Kalila tengah bercengkerama di tempat tidur pasca bercinta. Tubuh mereka sama-sama polos, tanpa sehelai benang pun yang menempel.Mei berhasil merekam sebentar. Sialnya, telepon genggam dia bergetar karena sang suami menelepon. Kavi dan Kalila yang mendengar suara getaran itu segera mengejar. Belum sempat mencapai pintu utama, Kavi sudah berhasil mencekal baju Mei.“Aku langsung alasan mau ambil baju kamu, Ge. Jadi, nggak sengaja lihat mereka selingkuh. Dan aku udah janji, nggak bakal ngomong apa-apa sama kamu.” Kami mendengarkan dengan jantung berdebar.“Pas itu, suamiku nelepon lagi. Aku buru-buru angkat dan bilang kalau lagi di rumah kamu. Maksud aku, biar bisa buru-buru pulang sebagai alasan. Eh, malah ditinju sama suami kamu.” Mei memperagakan deng
Jantungku langsung berdetak cepat begitu melihat wajah cemas Leon.“Mei ada di rumah sakit ini,” kata Leon.“Maksud kamu, dia mau nengok aku? Terus, di mana dia? Sini, suruh masuk!” Sontak aku menoleh ke arah pintu. Dari semalam aku menunggu kabar dari Mei, tetapi dia seperti lenyap ditelan bumi. Aku telanjur ketiduran. “Dia dirawat di sini juga, Ge.”Ucapan Leon sukses membuat mataku membelalak sempurna. Mei dirawat di rumah sakit ini juga? Kenapa?“Kavi memukul kepalanya. Alasan dia, dikira pencuri.” Belum sempat aku bertanya, Leon sudah menjelaskan.“Bawa aku ke sana, Leon.” Spontan aku berdiri. Hampir saja jatuh kalau Leon tidak buru-buru memegangi tubuhku. Ternyata aku belum begitu kuat.“Aku ambilkan kursi roda dulu.” Dengan cekatan, Leon mendudukkan aku kembali ke ranjang, lalu dia ke luar ruangan.Aku memegangi kepala yang terasa berdenyut dan membuat pandangan seperti berputar-putar. Dasar bodoh! Saking khawatirnya dengan keadaan Mei, aku lupa kalau kondisiku sendiri masih
Tatapan kami saling beradu di pantulan cermin selama beberapa detik. Jantungku berdebar keras seakan hendak meloncat keluar dari rongga dada. Wajah Mas Kavi menyiratkan kecurigaan. Masih memegang ponsel di tangan kanan, mata Mas Kavi menyipit, memindai setiap inchi ekspresi wajahku. “Aku curiga
“Ah, lega rasanya!” Mas Kavi merentangkan kedua tangan lebar-lebar begitu kami masuk ke kamar presiden suite yang sudah didekorasi sedemikian rupa menjadi kamar pengantin. Dua handuk besar dibentuk menyerupai sepasang angsa dan leher mereka membentuk love.Seharusnya suasana sangat romantis, sepert
“Siapa dia, Mas? Apa kamu ada masalah sama dia?” tanyaku sambil menatap sekilas ke arah Mas Kavi.Pria di sampingku itu tampak mengetatkan otot-otot rahang. Kentara sekali kalau dia ada masalah besar dengan Gavin itu.“Dia musuh besar kita. Orang yang sudah beberapa kali menjegal program pemasaran
Aku duduk di kursi pelaminan dengan latar belakang yang megah di tengah ballroom mewah hotel bintang lima. Mestinya aku bangga dan bahagia. Namun, kenyataan pahit terus menderaku.“Selamat ya, Bu Gea. Semoga langgeng dan bahagia selalu.” Pria bertubuh tambun menjabat tanganku dengan hangat. Dia sal






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews