Gio terus menatapku. Tatapan itu tidak tajam, namun dalam—seolah ia benar-benar menunggu jawaban yang semalam menggantung di antara kami. Tidak ada desakan, tidak juga keraguan. Hanya keyakinan yang diam-diam menuntut kepastian dariku.Aku menghela napas pelan, lalu bangkit dari tempat tidur.“Beri aku waktu,” ucapku lirih, menatapnya sejenak sebelum mengalihkan pandangan. “Aku ingin membersihkan diri dulu… setelah itu, aku akan menjawab semua yang kau inginkan.”Sejenak hening mengisi ruangan. Namun, aku bisa merasakan bagaimana mata itu masih mengikuti setiap gerakanku.Kuhentikan langkahku, berbalik badan menghadap Alpha Gio, dia akhirnya bergerak. Bangkit dari ranjang dengan tenang, lalu berjalan ke sudut kamar. Tangannya meraih kemeja yang terlipat rapi, mengenakannya tanpa tergesa. Gerakannya sederhana, tapi tetap memancarkan wibawa yang tidak bisa diabaikan.Setelah itu, ia duduk di kursi dekat jendela. Melihatnya seperti itu membuatku sedikit lega, aku berbalik melangkah masuk
Huling Na-update : 2026-04-28 Magbasa pa