Tidak ada suara setelah itu. Hanya desir angin malam dan kehangatan tubuh Gio yang masih memelukku dari belakang seolah enggan melepas.Lalu tanpa banyak bicara, alpha itu bergerak. Satu tangannya melingkar di bawah lututku, sementara tangan lain menopang punggungku dengan mudah mengangkat tubuhku seakan aku tidak memiliki berat sama sekali.Aku terkejut kecil. “Gio—” panggilku ragu. “Diam,” gumamnya rendah.Dan anehnya, aku menurut. Tatapanku lebih leluasa melihat secara dekat wajah tampan ini, garis wajah yang tegas dengan rahang kokoh begitu menggoda gairah. Aku, kesulitan untuk menelan ludah. "Jangan menatapku seperti itu, Luna," ujarnya dengan suara sangat rendah dan berat. Aku menunduk dalam, tetapi justru gerakanku ini makin melihat sesuatu yang lebih indah. Jakun Gio, menonjol tegas. Bergerak naik turun pelan, sangat pelan. Seakan sedang menikmati satu hubungan. Tidak terlihat otot keluar percuma, seakan tubuhku begitu ringan, aku benar-benar tenggelam dalam gendongannya.
Huling Na-update : 2026-05-08 Magbasa pa