เข้าสู่ระบบ"Pembunuh!" Teriakan demi teriakan terdengar di ujung telingaku, perlahan kubuka kedua mata ini. Bayangan hitam berbaris rapi mengelilingi besi berjajar. 'Apa ini?' jerit ku pilu. Aku Valencia Scholce-luna Barion Pack-terkurung dalam keadaan terpasang. Sangat hina. Apa yang terjadi hingga keadaanku menjadi seperti ini? Suamiku-Alexander Scholce-meninggal dalam pelukanku dan aku difitnah sebagai pembunuhnya. Ini tidak adil, aku harus bangkit.
ดูเพิ่มเติมSedikit saja memperlihatkan emosiku, pria di depanku pasti akan menyadarinya. Perlahan kutarik kembali napas yang sempat memburu.Kuku-kuku hitam Laura masih mencuat tajam, tetapi kupaksa agar tidak bergerak sedikit pun.'Laura.''Aku mendengarkan.''Jangan lakukan apa pun sebelum aku memberi isyarat.''Kau ingin melawannya?''Bukan.'Aku menggeleng sangat tipis.'Kita tidak punya cukup kekuatan.'Laura terdiam. Dia mengetahui kondisi kami jauh lebih baik daripada siapa pun.Energi yang tadi menyerap itu masih diam, tetapi telah membuat inti kekuatan kami melemah drastis. Jika sekarang terjadi pertarungan, peluang kami untuk menang nyaris tidak ada.'Lalu?''Kita keluar dari tempat ini.'Suara batinku terdengar mantap.'Melarikan diri?''Bertahan hidup.' Aku mulai mengamati ruangan itu tanpa menggerakkan kepala. Pintu masuk.Jaraknya sekitar delapan langkah. Di sisi kanan terdapat jendela sempit yang dipenuhi lapisan kristal.Langit-langit... Terlalu tinggi untuk ditembus dalam kondis
Suara langkah kaki yang tegas meninggalkan beban berat yang mungkin tercetak di lantai. Aku memusatkan penglihatan dan pendengaran hanya pada suara tersebut. Satu. Dua. Sepertinya tidak hanya satu orang yang datang. Kutelan ludahku kasar, kedua tanganku mengepal kuat meremas sprei putih. Perlahan pintu kayu terbuka, untuk pertama kali muncul adalah dua wajah wanita cantik dengan membawa baki berisi beberapa helai kain merah keemasan. Kutatap wajah wanita itu, tidak reaksi. Mungkin ini hanya seorang omega biasa yang dipekerjakan sebagai pelayan. Gerakannya terlihat canggung dan kaku, sesekali pandangannya melirik ke arahku. Hembusan napasnya terdengar tertekan. Dahiku berkerut saat di belakangnya terlihat sosok wanita yang lain. Wanita dengan pakaian berbeda dan lebih terlihat mendominasi dari sosok dua wanita sebelumnya. "Cuih, inikah wanita yang diinginkan oleh Alpha kita? Terlihat kurus dan tidak bertenaga."Bibirnya melontarkan kalimat yang tidak enak didengar. Kemudian, ta
Seperti waktu itu, ingatanku masih jelas. Perkelahian yang sangat menguras tenaga hingga semua berakhir memilukan. Bahkan keempat alpha itu, wajahnya membuatku puas. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka.Empat Alpha itu saling bertukar pandang selama sepersekian detik. Tatapan mereka dipenuhi kewaspadaan, tetapi juga tekad yang sama.Menyerang."Hyaaa!"Hampir bersamaan, tiga Alpha yang sejak tadi melayang di udara melesat lebih dulu. Edmundo menyusul dari sisi kanan, sementara Luxion menggeram keras, memaksa tubuh naganya kembali bergerak meski luka-luka besar masih menganga.Empat serangan mematikan datang dari empat arah berbeda.Namun, Alpha Gio tetap berdiri tegak.Ia bahkan tidak bergeming sedikit pun.Aku segera beringsut mundur. Tubuhku yang sudah kelelahan jelas hanya akan menjadi beban jika memaksakan diri ikut bertarung.'Laura, cari tempat yang aman.''Mengerti.'Aku melompat menjauh hingga puluhan meter, mendarat di atas bongkahan batu raksasa yang ma
Aku masih menatap tubuh Luxion yang terkapar ketika lututku mendadak kehilangan tenaga.Bruk.Pandanganku berkunang-kunang. Pertarungan panjang melawan Luxion, serangan mendadak dari Edmundo, hingga tekanan aura empat Alpha secara bersamaan benar-benar telah menguras seluruh kekuatan yang kumiliki."Valen."Suara Alpha Gio terdengar pelan, tetapi cukup untuk menyadarkanku.Aku mengangkat kepala. Pria itu telah berdiri tepat di hadapanku. Tatapan tajamnya kini berubah jauh lebih tenang."Kau tidak perlu memaksakan diri lagi.""Aku... masih bisa berdiri."Aku mencoba bangkit. Namun, baru selangkah melangkah, tubuhku kembali limbung.Seandainya Alpha Gio tidak lebih dulu menahan bahuku, mungkin wajahku sudah lebih dulu menghantam tanah."Keras kepala."Ia mengembuskan napas pendek."Kalau terus memaksa seperti ini, Laura pun akan ikut terkena dampaknya."Mendengar nama Laura disebut, aku langsung mengurungkan niat untuk membantah. Dalam diam, pikiranku bergerak menimbulkan pertanyaan. Da
Tubuhku terkoyak, cakaran salah satu Rogue berhasil berlabuh di lenganku. Lukanya memanjang dan cukup dalam. Kulihat sekilas, kupejamkan mataku, mencari sosok Laura. Serigala betina itu menguap dengan merentangkan duabkkai depannya. Perlahan sosoknya berubah menjadi wanita dewasa yang cantik dan t
Setelah kepergian Giyani, suasana hutan menjadi semakin hening dan aku masih di sana hingga waktu yang cukup lama. Udara makin terasa dingin hingga tubuhku menggigil. Ini kurasakan menjadi tidak biasa kala kudengar erangan lirih di beberapa tempat di sekitarku, tidak hanya erangan saja melainkan si
Perlahan bulir bening mengalir dari sudut mataku, aku menatap pada Gilbert. Pria ini begitu lembut memperlakukan tubuh dan serigalaku hingga dia tidak mempedulikan lagi seluruh aktifitasnya pada Pack.Aku mendesah pelan. Kuulurkan lenganku meraih wajah tampan itu."Percayalah, Amoera. Aku akan sela
Bagai angin topan, tubuhku terhempas begitu saja tanpa daya. Kekuatan ini sangat tinggi, aku masih belum mampu menguasai seluruhnya hingga berakibat fatal pada tubuhku.Perlahan tapi pasti, kucoba bangkit dan berdiri tegak menatap pada sosok Fernandes yang angkuh. Bibir wanita itu melengkung sinis,
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.