เข้าสู่ระบบ"Pembunuh!" Teriakan demi teriakan terdengar di ujung telingaku, perlahan kubuka kedua mata ini. Bayangan hitam berbaris rapi mengelilingi besi berjajar. 'Apa ini?' jerit ku pilu. Aku Valencia Scholce-luna Barion Pack-terkurung dalam keadaan terpasang. Sangat hina. Apa yang terjadi hingga keadaanku menjadi seperti ini? Suamiku-Alexander Scholce-meninggal dalam pelukanku dan aku difitnah sebagai pembunuhnya. Ini tidak adil, aku harus bangkit.
ดูเพิ่มเติม유난히 하늘이 맑은 오후였다.
행복한 주말이란 걸 증명하듯 잠에서 깨어난 시간도 오전 11시.
하아, 늘어지는 여행지에서 즐기기 좋은, 딱 이상적인 시간이잖아?
미주는 불과 일주일 전까지만 해도 여름은 끔찍하다며 투덜거렸다.
10평도 안 되는 오피스텔, 취객들이 개진상을 부리는 편의점 야간 아르바이트까지. 최악의 최악이 더해진 나날이 그저 일상이었다.
스물다섯치고는 나름 평범한 인생이라 생각했는데 에어컨을 틀다 멈칫. 전기세가 두려워 차라리 취객들을 상대하는 시간이 더 낫다는 생각이 들었을 때. 그때는 스스로가 좀 처연하게 느껴졌었다.
물론 지금은 아니다.
세상? 참 살만하다.
얼굴도 모르는 아버지가 유산을 남기고 세상을 떠났다는 소식을 들었을 땐, 자신도 모르게 자꾸만 웃음이 번졌다.
그동안 가족이라곤 필요 없다고 치부하며 살아왔는데, 이게 무슨 희소식인지.
키워주진 않더니, 죽을 때가 돼서야 핏줄을 향한 미안함이 들끓었었나?
그 마음이야 헤아릴 순 없겠지만 딱히 슬프진 않았다. 그냥 감사히 잘 쓰겠습니다. 그런 마음뿐이었다.
일단은 무작정 제주도 티켓부터 끊었다.
2억이라는 금액이 통장에 꽂히자, 현실에서 도망치듯 떠나고 싶어 돌아갈 티켓은 예매하지 않았다. 이 꿈만 같은 순간을 만끽하고 싶었다.
비록 혼자였지만 음식도, 사람도, 풍경도 모든 게 좋았다. 아마도 그건 마음이 편해져서 그런 거겠지.
텅텅 비어있던 통장이 채워지는 건, 생각보다 더 행복하고 짜릿한 기쁨이었다.
가볍게 샤워를 마치고, 렌탈한 전기 자전거를 몰아 해변가를 쌩쌩 달렸다.
에어컨이 빵빵한 편의점보다 훨씬 더 더웠지만, 목덜미를 타고 흐르는 땀조차 축하 인사로 느껴질 만큼 행복한 순간이었다.
살면서 부단한 노력을 한 적도, 남들은 다 가지고 있다는 꿈같은 것도 딱히 없었는데. 왠지 이곳에서라면 생길 것 같은 기분. 남은 인생에 최선의 길이 열릴 것만 같은 설레는 기분.
한껏 신이 난 미주는 자전거 핸들을 꼭 쥐고, 무선 이어폰에서 흘러나오는 음악에 가사까지 바꿔가며 흥얼거렸다.
“행복이 뭐 별거인가요. 뜻밖의 행운에 인생이 바뀌는걸요~♪”
그때였다.
콰아앙─!
온몸이 부서질 것 같은 둔탁한 충격이 들이닥쳤다.
얼마 후, 희미하게 귓가에 스친 건 다급한 의료진들의 목소리와 감은 눈 사이로 스며드는 새하얀 형광등의 잔광이었다.
“TA(교통사고) 환자입니다.”
“어레스트 왔었고, ROSC(자발 순환 회복)후에도 의식이 없습니다.”TA? ROSC? 뭔지는 모르겠지만, 뭐라고 떠드는지 다 들리는데?
그나저나 딱 봐도 사고가 난 것 같은데, 아무런 고통이 느껴지지 않는 건 그만큼 부상이 심각하단 뜻인가.
역시나 재수 없던 인생은 생에 첫 여행지에 와서도 마찬가지네.
그 행복이라는 이질적인 건, 치사하리만큼 짧게 스쳐 지나갔다는 생각에 억울함이 불쑥 덮쳐 왔다.
내가 뭘 그렇게 잘못했다고. 솔직히 지나온 인생을 되짚어보면 로또 번호를 알려줘도 봐줄까 말까인데.
갑자기 교통사고? 이게 정말 최선이야?
아무에게도 들리지 않는 신세 한탄과 함께 환자 이송용 스트레처에 실려 어디론가 향하던 중, 승려복을 입은 스님의 실루엣이 흐릿하게 눈에 보였다.
그리고 그 옆을 스치는 찰나, 손등에 느껴지는 둥글둥글한 염불의 감각이 이상하게 따뜻했다.
언젠가 비슷한 경험을 했었다.
열네 살 때였나? 친구를 따라 성당 교리 교육을 받던 중 잠이 쏟아져 졸고 있는데, 따스한 손이 손목을 붙잡아 흔들던 느낌.
화들짝 놀라 고개를 들었을 땐 책상 앞에는 아무도 없었다. 인자한 목소리로 교리 내용을 읊조리던 신부님과 잠시 눈이 마주쳤을 뿐.
그때랑 감각이 비슷했다. 뭐랄까, 꼭 인간이 주는 감각이 아닌 것 같았다.
순간, 자신도 모르게 마음속으로 기도했다. 어떤 신이든 상관없었다. 어차피 종교는 없었으니까.
하지만 늘 습관처럼 내뱉던, 지옥 같은 현실에서 꺼내달란 기도와는 사뭇 달랐다.
부디 이 죽음의 문턱에서 벗어나는 것.
2억이라는 돈은 다 쓰고 죽어야 될 거 아니야!
‘살려만 주세요. 억울해서 이대로는 못 죽겠으니까. 누가 영원히 산다고 했어요? 씨발.. 지금이라도 좀 즐기겠다고. 나 따위 인간은 그냥 살려만 두고, 제발 좀 잊고 지내시라고..!’
지금 와서 생각해 보면, 잘못돼도 한참이나 잘못된 기도였다.
살려만 달라는 것도, 잊고 지내란 것도. 그렇게 포괄적인 기도를 하는 게 아니었는데.
Suara langkah kaki yang tegas meninggalkan beban berat yang mungkin tercetak di lantai. Aku memusatkan penglihatan dan pendengaran hanya pada suara tersebut. Satu. Dua. Sepertinya tidak hanya satu orang yang datang. Kutelan ludahku kasar, kedua tanganku mengepal kuat meremas sprei putih. Perlahan pintu kayu terbuka, untuk pertama kali muncul adalah dua wajah wanita cantik dengan membawa baki berisi beberapa helai kain merah keemasan. Kutatap wajah wanita itu, tidak reaksi. Mungkin ini hanya seorang omega biasa yang dipekerjakan sebagai pelayan. Gerakannya terlihat canggung dan kaku, sesekali pandangannya melirik ke arahku. Hembusan napasnya terdengar tertekan. Dahiku berkerut saat di belakangnya terlihat sosok wanita yang lain. Wanita dengan pakaian berbeda dan lebih terlihat mendominasi dari sosok dua wanita sebelumnya. "Cuih, inikah wanita yang diinginkan oleh Alpha kita? Terlihat kurus dan tidak bertenaga."Bibirnya melontarkan kalimat yang tidak enak didengar. Kemudian, ta
Seperti waktu itu, ingatanku masih jelas. Perkelahian yang sangat menguras tenaga hingga semua berakhir memilukan. Bahkan keempat alpha itu, wajahnya membuatku puas. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka.Empat Alpha itu saling bertukar pandang selama sepersekian detik. Tatapan mereka dipenuhi kewaspadaan, tetapi juga tekad yang sama.Menyerang."Hyaaa!"Hampir bersamaan, tiga Alpha yang sejak tadi melayang di udara melesat lebih dulu. Edmundo menyusul dari sisi kanan, sementara Luxion menggeram keras, memaksa tubuh naganya kembali bergerak meski luka-luka besar masih menganga.Empat serangan mematikan datang dari empat arah berbeda.Namun, Alpha Gio tetap berdiri tegak.Ia bahkan tidak bergeming sedikit pun.Aku segera beringsut mundur. Tubuhku yang sudah kelelahan jelas hanya akan menjadi beban jika memaksakan diri ikut bertarung.'Laura, cari tempat yang aman.''Mengerti.'Aku melompat menjauh hingga puluhan meter, mendarat di atas bongkahan batu raksasa yang ma
Aku masih menatap tubuh Luxion yang terkapar ketika lututku mendadak kehilangan tenaga.Bruk.Pandanganku berkunang-kunang. Pertarungan panjang melawan Luxion, serangan mendadak dari Edmundo, hingga tekanan aura empat Alpha secara bersamaan benar-benar telah menguras seluruh kekuatan yang kumiliki."Valen."Suara Alpha Gio terdengar pelan, tetapi cukup untuk menyadarkanku.Aku mengangkat kepala. Pria itu telah berdiri tepat di hadapanku. Tatapan tajamnya kini berubah jauh lebih tenang."Kau tidak perlu memaksakan diri lagi.""Aku... masih bisa berdiri."Aku mencoba bangkit. Namun, baru selangkah melangkah, tubuhku kembali limbung.Seandainya Alpha Gio tidak lebih dulu menahan bahuku, mungkin wajahku sudah lebih dulu menghantam tanah."Keras kepala."Ia mengembuskan napas pendek."Kalau terus memaksa seperti ini, Laura pun akan ikut terkena dampaknya."Mendengar nama Laura disebut, aku langsung mengurungkan niat untuk membantah. Dalam diam, pikiranku bergerak menimbulkan pertanyaan. Da
Ledakan dahsyat itu mengguncang langit. Gelombang kejutnya memaksa tubuhku terlempar puluhan meter, sementara udara di sekelilingku dipenuhi debu, bara api, dan serpihan batu yang beterbangan.Bruk!Tubuhku menghantam sebuah tebing hingga retakan besar menjalar ke segala arah. Napasku memburu. Darah hangat mengalir dari sudut bibir dan beberapa luka baru mulai bermunculan di sekujur tubuh serigalaku."Sial...."Kucoba bangkit, tetapi tubuhku terasa jauh lebih berat dari sebelumnya. Serangan bertubi-tubi yang kulancarkan sejak melawan Luxion mulai menguras seluruh tenagaku. Bahkan, kemampuan regenerasiku kini tidak lagi secepat tadi.Di hadapanku, Luxion menyeringai penuh kemenangan. Di sisi lain, Edmundo berdiri dengan kedua tangan terlipat, sementara tiga sosok berjubah hitam masih melayang di udara, mengepung dari tiga arah berbeda.Mereka benar-benar tidak memberiku sedikit pun celah untuk bernapas."Valen," ujar Edmundo sambil terkekeh pelan. "Kesombonganmu akhirnya menjadi akhir
Untuk sesaat aku terdiam, menatap dalam pada sosok Kimberly. Makhluk kecil yang terlihat begitu menyedihkan. Ada sesuatu yang kulihat sedikit berbeda dari makhluk lainnya. Meskipun tubuhnya kecil, dia mempunyai tenaga yang tidak bisa dianggap enteng.Dari struktur tubuhnya ada beberapa yang menurut
Keputusan itu akhirnya keluar dari bibirku tanpa ragu. Aku menerima tawaran Gio.Bukan karena tekanan. Bukan pula karena keadaan. Tapi karena untuk pertama kalinya … aku memilih jalan ini dengan kesadaranku sendiri.Dan sejak hari itu, semuanya berubah. Gio tidak mengekangku. Justru sebaliknya.Ia
Gio terus menatapku. Tatapan itu tidak tajam, namun dalam—seolah ia benar-benar menunggu jawaban yang semalam menggantung di antara kami. Tidak ada desakan, tidak juga keraguan. Hanya keyakinan yang diam-diam menuntut kepastian dariku.Aku menghela napas pelan, lalu bangkit dari tempat tidur.“Beri
Uap hangat masih membalut kulitku saat waktu terasa berjalan lambat di dalam kolam itu. Entah berapa lama kami berada di sana, tenggelam dalam keheningan yang justru terasa penuh makna.Aku memejamkan mata, pertanyaan Alpha terus mengalun di ujung telingaku. Bukan aku tidak memedulikan lelaki itu,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.