ログイン"Pembunuh!" Teriakan demi teriakan terdengar di ujung telingaku, perlahan kubuka kedua mata ini. Bayangan hitam berbaris rapi mengelilingi besi berjajar. 'Apa ini?' jerit ku pilu. Aku Valencia Scholce-luna Barion Pack-terkurung dalam keadaan terpasang. Sangat hina. Apa yang terjadi hingga keadaanku menjadi seperti ini? Suamiku-Alexander Scholce-meninggal dalam pelukanku dan aku difitnah sebagai pembunuhnya. Ini tidak adil, aku harus bangkit.
もっと見るSemua telah diukur oleh Zena, dan ini bukan permainan lagi. Nyata. Hidup dan mati.Napasku mulai memburu mendengar semua kisah yang tertata rapi dari setiap kata di atas kertas putih yang disodorkan Zena.Tanpa sadar kuremas kertas tersebut hingga kusut. Mataku terpejam, kilatan peristiwa kematian Barion dan jantung Celia yang terbang dari tubuhnya jatuh tepat pada cengkeraman wanita picik itu."Tenang, atur emosimu, Luna. Ini belum waktunya," lirih Zena.Aku menelan ludah, "Tidak perlu menunda lagi, Zena. Kerahkan serigala yang masih setia padaku, kepung Kastil Rosario milik Edmundo."Zena menatapku penih tanya, kurespon singkat dengan anggukan kepala. Hembusan napasnya masih kudengar saat dia melangkah meninggalkan aku yang m,asih duduk di dekat jendela.'Apa kau sudah siap, Valen? Ini bukan sekedar permainan belaka.''Jangan khawatir, semua sudah kusiapkan.''Gio?'Kuhirup udara dingin malam hari tanpa sinar bulan, dadaku berdetak lebih cepat dan tubuhku gemetaran mengingat semua
Setelah sekian purnama akhirnya aku mengerti apa guna dari ranjang putih itu. Selama ini aku mengira kekuatanku terserap, ternyata justru sebaliknya. Di atas ranjang itu memang benar tenagaku terserap, tetapi setalah sekian kali kurasakan bukannya tenagaku hilang sepenuhnya melainkan juntru regenerasi menjadi naik level.Dan, saat kurasakan kekuatanku meningkat lagi. Siklus perubahan dalam tubuh serigalaku lebih cepat dari sebelumnya."Sekarang kau sudah siap tempur, Sayang."Suara Gio menyapa telingaku di suatu senja. Angin sore bertiup syahdu, dan aku sedang duduk bersandar pada kursi malas. Di sampingku ada sosok Gio. Yang siap kapan saja untuk melayaniku, apapun yang kuinginkan disediakannya."Apapun?""Iya, apapun dan siapapun lawanmu."Kupejamkan mataku menikmati angin sore, sesekali kuhirup napas panjang hanya untuk menormalkan seluruh perasaanku. Laura duduk terpekur di bawah pohon pinus di sana, tatapannya terlihat jauh."Apa yang sedang kau pikirkan, Laura?''"Tidak ada.""
"Mulai malam ini, Velencia Amoera adalah lunaku!"Suasana aula menjadi tenang. Para tetua pack dan para petinggi yang lain hanya menatap kami yang berdiri sejajar di altar. Suasana menjadi hening. Sunyi.Alpha Gio berdiri dengan gagahnya. Jubah hitam yang membalut tubuhnya berkibar, tatapannya tajam dan dalam. Aura dominannya menguasai seluruh ruangan hingga membuat para serigala menundukkan kepala sebagai penghormatan.Seluruh anggota kawanan mulai berbisik-bisik. Dan pandangan tetua pack tertuju ke arahku, aku terdiam. Tubuhku memberi reaksi sederhana, getaran halus menerobos dinding hatiku yang dingin menyentuh Laura yang meringkuk di sana.Namun, ada rasa lama mulai menerobos relung hatiku dan mampu membuatku seketika terdiam dengan kepala menunduk dalam.Satu jari kekar menyentuh dahulu, mengangkatnya perlahan hingga kedua mataku menemui sorot hangat manik biru kehijauan. Bibir seksi itu melengkung dengan tarikan sudut bibir yang sempurna.Pelan tapi pasti, bibir itu maju hingg
Sedikit saja memperlihatkan emosiku, pria di depanku pasti akan menyadarinya. Perlahan kutarik kembali napas yang sempat memburu.Kuku-kuku hitam Laura masih mencuat tajam, tetapi kupaksa agar tidak bergerak sedikit pun.'Laura.''Aku mendengarkan.''Jangan lakukan apa pun sebelum aku memberi isyarat.''Kau ingin melawannya?''Bukan.'Aku menggeleng sangat tipis.'Kita tidak punya cukup kekuatan.'Laura terdiam. Dia mengetahui kondisi kami jauh lebih baik daripada siapa pun.Energi yang tadi menyerap itu masih diam, tetapi telah membuat inti kekuatan kami melemah drastis. Jika sekarang terjadi pertarungan, peluang kami untuk menang nyaris tidak ada.'Lalu?''Kita keluar dari tempat ini.'Suara batinku terdengar mantap.'Melarikan diri?''Bertahan hidup.' Aku mulai mengamati ruangan itu tanpa menggerakkan kepala. Pintu masuk.Jaraknya sekitar delapan langkah. Di sisi kanan terdapat jendela sempit yang dipenuhi lapisan kristal.Langit-langit... Terlalu tinggi untuk ditembus dalam kondis
Untuk sesaat aku terdiam, menatap dalam pada sosok Kimberly. Makhluk kecil yang terlihat begitu menyedihkan. Ada sesuatu yang kulihat sedikit berbeda dari makhluk lainnya. Meskipun tubuhnya kecil, dia mempunyai tenaga yang tidak bisa dianggap enteng.Dari struktur tubuhnya ada beberapa yang menurut
Crash! Ctak. Dengan ganas kuterkam hewan liar itu. Awalnya dia masih bisa melawan dan membalas setiap seranganku, hingga akhirnya tubuhnya kembali roboh dengan beberapa luka cakarku. Bukan hanya luka akibat cakaran, melainkan lehernya terbuka lebar akibat dari robekan taring milikku. Aku berdiri
Hari-hari berikutnya terasa berbeda. Tidak lagi dipenuhi kebingungan seperti awal aku tiba di sini. Setiap pagi dimulai dengan latihan ringan, makan teratur, dan malam yang hening, tetapi penuh kesadaran baru akan tubuhku sendiri.Selang beberapa hari, aku mulai merasakannya. Perubahan itu. Aliran
Tatapan Alpha Gio belum juga lepas dariku. Aku menunduk menghindar, Ada sesuatu yang berubah di udara—bukan hanya tekanan dari auranya, tapi getaran halus yang merayap masuk ke dalam dada, menelusup ke pikiranku dan entah bagaimana, menyentuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kesadaran.Jiwaku
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.