Masuk"Pembunuh!" Teriakan demi teriakan terdengar di ujung telingaku, perlahan kubuka kedua mata ini. Bayangan hitam berbaris rapi mengelilingi besi berjajar. 'Apa ini?' jerit ku pilu. Aku Valencia Scholce-luna Barion Pack-terkurung dalam keadaan terpasang. Sangat hina. Apa yang terjadi hingga keadaanku menjadi seperti ini? Suamiku-Alexander Scholce-meninggal dalam pelukanku dan aku difitnah sebagai pembunuhnya. Ini tidak adil, aku harus bangkit.
Lihat lebih banyak"Mulai malam ini, Velencia Amoera adalah lunaku!"Suasana aula menjadi tenang. Para tetua pack dan para petinggi yang lain hanya menatap kami yang berdiri sejajar di altar. Suasana menjadi hening. Sunyi.Alpha Gio berdiri dengan gagahnya. Jubah hitam yang membalut tubuhnya berkibar, tatapannya tajam dan dalam. Aura dominannya menguasai seluruh ruangan hingga membuat para serigala menundukkan kepala sebagai penghormatan.Seluruh anggota kawanan mulai berbisik-bisik. Dan pandangan tetua pack tertuju ke arahku, aku terdiam. Tubuhku memberi reaksi sederhana, getaran halus menerobos dinding hatiku yang dingin menyentuh Laura yang meringkuk di sana.Namun, ada rasa lama mulai menerobos relung hatiku dan mampu membuatku seketika terdiam dengan kepala menunduk dalam.Satu jari kekar menyentuh dahulu, mengangkatnya perlahan hingga kedua mataku menemui sorot hangat manik biru kehijauan. Bibir seksi itu melengkung dengan tarikan sudut bibir yang sempurna.Pelan tapi pasti, bibir itu maju hingg
Sedikit saja memperlihatkan emosiku, pria di depanku pasti akan menyadarinya. Perlahan kutarik kembali napas yang sempat memburu.Kuku-kuku hitam Laura masih mencuat tajam, tetapi kupaksa agar tidak bergerak sedikit pun.'Laura.''Aku mendengarkan.''Jangan lakukan apa pun sebelum aku memberi isyarat.''Kau ingin melawannya?''Bukan.'Aku menggeleng sangat tipis.'Kita tidak punya cukup kekuatan.'Laura terdiam. Dia mengetahui kondisi kami jauh lebih baik daripada siapa pun.Energi yang tadi menyerap itu masih diam, tetapi telah membuat inti kekuatan kami melemah drastis. Jika sekarang terjadi pertarungan, peluang kami untuk menang nyaris tidak ada.'Lalu?''Kita keluar dari tempat ini.'Suara batinku terdengar mantap.'Melarikan diri?''Bertahan hidup.' Aku mulai mengamati ruangan itu tanpa menggerakkan kepala. Pintu masuk.Jaraknya sekitar delapan langkah. Di sisi kanan terdapat jendela sempit yang dipenuhi lapisan kristal.Langit-langit... Terlalu tinggi untuk ditembus dalam kondis
Suara langkah kaki yang tegas meninggalkan beban berat yang mungkin tercetak di lantai. Aku memusatkan penglihatan dan pendengaran hanya pada suara tersebut. Satu. Dua. Sepertinya tidak hanya satu orang yang datang. Kutelan ludahku kasar, kedua tanganku mengepal kuat meremas sprei putih. Perlahan pintu kayu terbuka, untuk pertama kali muncul adalah dua wajah wanita cantik dengan membawa baki berisi beberapa helai kain merah keemasan. Kutatap wajah wanita itu, tidak reaksi. Mungkin ini hanya seorang omega biasa yang dipekerjakan sebagai pelayan. Gerakannya terlihat canggung dan kaku, sesekali pandangannya melirik ke arahku. Hembusan napasnya terdengar tertekan. Dahiku berkerut saat di belakangnya terlihat sosok wanita yang lain. Wanita dengan pakaian berbeda dan lebih terlihat mendominasi dari sosok dua wanita sebelumnya. "Cuih, inikah wanita yang diinginkan oleh Alpha kita? Terlihat kurus dan tidak bertenaga."Bibirnya melontarkan kalimat yang tidak enak didengar. Kemudian, ta
Seperti waktu itu, ingatanku masih jelas. Perkelahian yang sangat menguras tenaga hingga semua berakhir memilukan. Bahkan keempat alpha itu, wajahnya membuatku puas. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka.Empat Alpha itu saling bertukar pandang selama sepersekian detik. Tatapan mereka dipenuhi kewaspadaan, tetapi juga tekad yang sama.Menyerang."Hyaaa!"Hampir bersamaan, tiga Alpha yang sejak tadi melayang di udara melesat lebih dulu. Edmundo menyusul dari sisi kanan, sementara Luxion menggeram keras, memaksa tubuh naganya kembali bergerak meski luka-luka besar masih menganga.Empat serangan mematikan datang dari empat arah berbeda.Namun, Alpha Gio tetap berdiri tegak.Ia bahkan tidak bergeming sedikit pun.Aku segera beringsut mundur. Tubuhku yang sudah kelelahan jelas hanya akan menjadi beban jika memaksakan diri ikut bertarung.'Laura, cari tempat yang aman.''Mengerti.'Aku melompat menjauh hingga puluhan meter, mendarat di atas bongkahan batu raksasa yang ma
Untuk sesaat aku terdiam, menatap dalam pada sosok Kimberly. Makhluk kecil yang terlihat begitu menyedihkan. Ada sesuatu yang kulihat sedikit berbeda dari makhluk lainnya. Meskipun tubuhnya kecil, dia mempunyai tenaga yang tidak bisa dianggap enteng.Dari struktur tubuhnya ada beberapa yang menurut
Crash! Ctak. Dengan ganas kuterkam hewan liar itu. Awalnya dia masih bisa melawan dan membalas setiap seranganku, hingga akhirnya tubuhnya kembali roboh dengan beberapa luka cakarku. Bukan hanya luka akibat cakaran, melainkan lehernya terbuka lebar akibat dari robekan taring milikku. Aku berdiri
Hari-hari berikutnya terasa berbeda. Tidak lagi dipenuhi kebingungan seperti awal aku tiba di sini. Setiap pagi dimulai dengan latihan ringan, makan teratur, dan malam yang hening, tetapi penuh kesadaran baru akan tubuhku sendiri.Selang beberapa hari, aku mulai merasakannya. Perubahan itu. Aliran
Tatapan Alpha Gio belum juga lepas dariku. Aku menunduk menghindar, Ada sesuatu yang berubah di udara—bukan hanya tekanan dari auranya, tapi getaran halus yang merayap masuk ke dalam dada, menelusup ke pikiranku dan entah bagaimana, menyentuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kesadaran.Jiwaku






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.