Cahaya putih menyilaukan adalah hal terakhir yang diingat Shen Wei sebelum kesadarannya terenggut sepenuhnya. Namun, rasa sakit yang seharusnya menyiksa akibat proses penyegelan itu tiba-tiba lenyap, digantikan oleh sensasi hampa yang aneh.Shen Wei membuka matanya, namun ia tidak lagi melihat reruntuhan pualam Paviliun Wenxian. Ia berada di sebuah labirin tanpa ujung, di mana kabut putih tebal menggantung seperti kapas, menghalangi pandangan ke segala arah. Suasananya sunyi, begitu senyap hingga ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berdegup kencang."Halo? Ada orang di sini?" serunya, suaranya teredam oleh kabut.Tiba-tiba, kabut di depannya tersingkap. Dari balik kegelapan imajiner, muncul sesosok figur yang seolah keluar dari lukisan kuno paling indah. Seorang pria berdiri di sana dengan keanggunan yang tidak manusiawi. Wajahnya adalah perpaduan mustahil antara ketampanan yang maskulin dan kecantikan yang halus. Kulitnya sepucat rembulan, dan di belakang punggungnya,
最後更新 : 2026-04-22 閱讀更多