"Thea ... kamu tidak sadar dengan apa yang kamu minta," desis Kael menahan hasrat yang sebentar lagi akan tumpah. "Aku sadar," jawab Althea, matanya fokus menatap Kael, namun ia kemudian menunduk, menatap dirinya. Benarkah, apa dia yakin, batinnya. "Kamu ragu, Thea, aku bisa melihat itu," ucap Kael lalu mengangkat dagu Althea, menatap manik mata yang berkilau. "Kamu bisa mundur sekarang, aku akan berhenti dan melupakan ini." "El ... apa kamu tidak menginginkan aku?" tanya Althea, matanya berkaca-kaca. "Kamu juga merasa aku tidak menarik, bukan begitu?" Kael menggeram rendah, sebuah suara yang lahir dari rasa frustrasi dan gairah yang sudah mencapai ubun-ubun. Pertanyaannya barusan seolah menjadi sumbu yang membakar habis sisa-sisa kesabarannya. Tanpa peringatan, Kael kembali meraup bibir Althea, melumatnya dengan gerakan yang jauh lebih kasar dan menekan dari sebelumnya. Kael seolah ingin membungkam keraguan Althea dengan cara yang panas. Ia menyesap bibir wanita i
Last Updated : 2026-04-08 Read more