Chu Jianqiu tentu memahami maksud baik Cui Yayun. Ia bahkan merasa lega—jika gurunya sendiri yang menutupi masalah ini, maka ia tidak perlu repot memikirkan alasan lain.Tak lama kemudian, Zuo Qiuwen, Li Yuanqing, Tang Yushan, dan para pemimpin puncak lainnya tiba di Tebing Siyun. Mereka semua menatap puncak gunung yang runtuh dengan ekspresi terkejut.Zuo Qiuwen bertanya, “Adik Junior Keempat, apa yang terjadi?”Cui Yayun menjawab dengan tenang, seolah tidak ada yang istimewa, sambil menunjuk ke arah Chu Jianqiu, “Tidak ada apa‑apa. Aku hanya sedang mengajarinya ilmu pedang, dan tanpa sengaja meruntuhkan puncak gunung itu. Maaf membuat kalian khawatir.”Semua orang menatap Chu Jianqiu yang berdiri di sampingnya—berlumuran darah, wajah pucat, dan tampak seperti baru saja diseret keluar dari medan perang. Zuo Qiuwen tidak bisa menahan diri untuk menasihati, “Adik Junior Keempat, jangan terlalu keras pada Keponakan Junior Chu. Dia sudah berbuat banyak.”Namun Cui Yayun hanya ber
Baca selengkapnya