“Aku lelah, Vid. Aku mau pergi bentar dari semua ini,” ucap Aksara lirih.David diam memperhatikan.“Tolong urus cutiku ke rumah sakit mulai besok. Aku mau liburan, aku butuh waktu.”David memahami keinginan Aksara dan berlibur adalah solusi terbaik agar sisi rapuhnya segera terobati.Alexander telah menghancurkan hatinya, dan Julian menguras sisa tenaganya.“Akan saya urus cuti Anda, Dokter.”Kepala Aksara mengangguk.“Makasih,” ucapnya pelan.“Jadi, ke mana kita akan pergi?”Kepala Aksara menggeleng pelan, matanya menatap selimut yang membalut kakinya.“Bukan kita, Vid. Aku mau pergi sendiri. Aku mau nyari ketenangan. Sendiri. Kamu nggak perlu ikut.”Matanya memejam sesaat lalu menatap selimut yang membalut kakinya.“Julian nggak mungkin gangguin. Dia nggak tahu aku dimana. Kamu tenang aja. Karena aku mau berlibur ke luar negeri. Sekarang, aku benar-benar pengen sendiri. Sendiri, Vid.”David menghela nafas.Ia tidak langsung mendebat, namun sorot matanya menunjukkan ketidaksetujuan d
最後更新 : 2026-05-05 閱讀更多