"Aksara? Ya ampun, benar kamu kan?"Aksara menoleh.Itu adalah Michele, rekan sejawat sekaligus teman kuliahnya dulu yang dikenal dengan mulutnya yang tidak pernah memiliki filter.Michele menatap Aksara dari ujung rambut ke ujung kaki, lalu matanya tertuju pada David yang berdiri di belakang Aksara dengan dua tas belanja di tangannya.Tangan Michele menutup mulutnya, menahan tawa yang mengejek."Ya ampun, Sa. Seleramu sekarang ... 'nggak banget'. Sejak kapan kamu suka yang modelan begini? Tubuh kekar kayak hulk, kulit cokelat gosong, wajahnya juga ... kaku banget. Mana Alexander yang tampan itu, heh?"Aksara menarik nafas dalam tanda amarahnya mulai tersulut."Ini pengawalku, Michele. Bu-kan te-man ken-can-ku! Pahami itu!"Michele tertawa lebih keras, menarik perhatian beberapa pengunjung lain."Oh, pengawal? Hati-hati, Ra. Banyak kok majikan jatuh hati sama pengawal sendiri. Selera rendahan emang lebih mudah dijangkau kalau lagi patah hati, kan?"Mata David melirik Aksara yang diam,
最後更新 : 2026-05-11 閱讀更多