“Ah … Dok, pintunya … udah kamu kunci kan? Ah ... kalau David tahu, dia bisa bunuh kita," ucapan diikuti suara desahan yang sangat David kenali.Istrinya, Devina.PLAK!Suara pukulan mendarat di bagian belakang Devina yang kini tanpa sehelai benang pun. Membuat bibir Devina menjerit kecil. Seperti rintihan nikmat daripada sakit."Dia nggak tahu, Sayang. Si bodoh itu sibuk ngurusin nyawa bosnya.”Dokter Reyhan kembali memberi hentakan lebih keras dari belakang, hingga membuat tubuh Devina terdorong maju."Ah! Sakit, Dok ... pelan-pelan," rintih Devina.Jemarinya yang masih mengenakan cincin kawin, digunakan untuk mencengkeram seprei saat Dokter Reyhan terus memberinya hentakan. "Sakit atau enak, hem? Lihat dirimu, Dev. Kamu lebih sehat karena servisku ketimbang hidup sama suamimu yang kaku itu."Dunia David runtuh seketika.Di atas ranjang yang ia beli dengan jerih payahnya sebagai asisten pribadi dan bodyguard Luis Hartadi, Devina justru menyerahkan tubuhnya pada laki-laki yang sehar
Last Updated : 2026-03-15 Read more