Lilin panas menetes ke punggung tanganku. Aku tak bisa menahan diri dan berteriak pelan.Tatapan orang tuaku penuh dengan rasa jijik saat memakiku, "Raquel, kenapa kamu selalu ceroboh begini!"Namun, aku malah begitu senang hingga kegirangan. Pasalnya, aku telah terlahir kembali ke hari ulang tahunku ini.Di Kota Zaira, tidak ada yang seorang pun yang tidak mengenal Greta. Namun, jarang ada yang tahu bahwa dia masih punya seorang kakak, yaitu Raquel.Tubuh adikku lemah sejak kecil, orang tua kami pun memanjakannya secara berlebihan. Dia tumbuh dalam kasih sayang yang berlimpah dan begitu bersinar, sementara aku hanya bisa berjalan sendirian di bawah bayangannya.Di ruang privat restoran mewah, ayahku melambaikan tangannya untuk memberi isyarat pada pelayan untuk keluar, lalu mengangguk ke arahku. "Cukup dia saja di sini."Ibu pura-pura menjelaskan, "Ini kumpul keluarga, nggak perlu ada orang luar."Pelayan itu terlihat bingung. Dia menatapku dengan sedikit simpati, lalu diam-diam kelua
Read More