Short
Terlahir Kembali: Menjauhi Keluarga yang Membunuhku

Terlahir Kembali: Menjauhi Keluarga yang Membunuhku

โดย:  Makjosจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9บท
11.0Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

"Setelah terlahir kembali, aku menjauhi keluargaku dan pacarku. Mereka ingin merayakan ulang tahunku, aku berpura-pura sedang dinas luar kota. Orang tuaku menyuruhku pindah kembali ke rumah, aku langsung membeli sebuah rumah sendiri di malam itu juga. Bahkan ketika pacarku mengatakan ingin menikah, aku malah berbalik dan mendaftarkan pernikahan dengan orang lain. Semua ini karena aku dan adikku terjebak dalam banjir di kehidupan sebelumnya. Aku beruntung karena tersangkut di dahan pohon dan selamat, sementara adikku, Greta, tenggelam dan meninggal. Orang tuaku mencekik leherku sambil memaki, "Kalau bukan karena kamu, mana mungkin Greta bisa mati!" Pacarku, Ardhen, berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Setelah menghiburku, dia menikah denganku. Namun, saat seluruh keluarga berlibur dengan kapal pesiar pada hari ulang tahun pernikahan kami, aku malah didorong sendiri oleh mereka dari dek kapal. "Biar kamu juga merasakan, bagaimana rasanya mati karena tenggelam!" Ternyata, mereka semua menganggap kematian adikku adalah salahku. Sedari awal, orang yang dicintai pacarku juga adalah adikku. Di kehidupan ini, aku memilih hidup untuk diriku sendiri. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika aku dan adikku sama-sama jatuh ke air."

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Lilin panas menetes ke punggung tanganku. Aku tak bisa menahan diri dan berteriak pelan.

Tatapan orang tuaku penuh dengan rasa jijik saat memakiku, "Raquel, kenapa kamu selalu ceroboh begini!"

Namun, aku malah begitu senang hingga kegirangan. Pasalnya, aku telah terlahir kembali ke hari ulang tahunku ini.

Di Kota Zaira, tidak ada yang seorang pun yang tidak mengenal Greta. Namun, jarang ada yang tahu bahwa dia masih punya seorang kakak, yaitu Raquel.

Tubuh adikku lemah sejak kecil, orang tua kami pun memanjakannya secara berlebihan. Dia tumbuh dalam kasih sayang yang berlimpah dan begitu bersinar, sementara aku hanya bisa berjalan sendirian di bawah bayangannya.

Di ruang privat restoran mewah, ayahku melambaikan tangannya untuk memberi isyarat pada pelayan untuk keluar, lalu mengangguk ke arahku. "Cukup dia saja di sini."

Ibu pura-pura menjelaskan, "Ini kumpul keluarga, nggak perlu ada orang luar."

Pelayan itu terlihat bingung. Dia menatapku dengan sedikit simpati, lalu diam-diam keluar.

Aku berdiri dengan tenang sambil menuangkan teh dan melayani mereka. Bagaimanapun, di mata mereka, aku tidak berbeda dengan pembantu di rumah.

Adikku, Greta, berkedip polos sambil menatapku. "Kak, kamu bisa nyanyikan lagu ulang tahun nggak?

Aku ingat suaramu paling bagus."

Dulu, kondisi keluarga kami tidak baik. Meski berbakat, aku terpaksa menyerah karena keluarga harus membiayai adikku belajar melukis.

Mendengar ucapannya, ibu langsung bersemangat. "Benar juga, Raquel, hari ini juga ulang tahunmu, 'kan? Sekalian saja kita rayakan untuk kalian berdua!"

Aku tersenyum tipis, tapi mulutku terasa pahit. Mereka semua lupa, ulang tahunku sebenarnya bukan hari ini, melainkan seminggu yang lalu.

Dulu, adikku yang mengusulkan untuk merayakan ulang tahun bersama agar lebih meriah dan orang tuaku langsung setuju, bahkan memuji dia pintar. Sejak itu, ulang tahunnya pun dipaksakan menjadi disatukan dengan milikku.

Biasanya aku mungkin akan menolak. Namun kali ini, aku malah berbicara dengan santai.

Akan tetapi karena sudah lama tidak berlatih, suaraku jadi sumbang saat baru menyanyikan beberapa bait lagu. Ekspresi adikku langsung berubah, bibirnya cemberut penuh keluhan.

Ayah langsung marah. Dia menepuk meja dan berdiri. "Raquel, kamu sengaja mempermalukan adikmu, ya!"

Ibu juga mengernyit. "Aku nggak nyangka kamu sejahat ini!"

Adikku mengusap air mata yang sebenarnya tidak ada sambil berkata, "Ayah, Ibu, jangan salahkan Kakak, dia juga nggak sengaja.""

Sambil berkata demikian, dia menoleh kepadaku. "Kak, cuacanya panas, nanti kamu temani aku berenang, ya?"

Dalam sekejap, aku merasa seolah tercekik. Fragmen ingatan mulai tersusun kembali di kepalaku.

Di kehidupan sebelumnya, adikku mengajakku berenang di sungai pada hari ulang tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena di hari ini, dia ingin menjadi bintang paling bersinar di mata semua orang.

Dia melompat ke air bagaikan putri duyung dan menikmati tatapan kagum dari orang-orang. Sementara aku hanyalah ikan kecil yang menjadi pelengkap di sampingnya yang anggun.

Tak disangka, pada musim panas tahun itu hujan turun terlalu deras dan air sungai tiba-tiba meluap. Kami yang tak sempat melarikan diri pun tersapu banjir yang ganas dan akhirnya terpisah.

Aku beruntung karena tersangkut di dahan pohon di tepi sungai dan lolos dari maut dengan nyaris. Sementara itu, adikku terseret arus. Saat ditemukan, dia sudah tenggelam dan meninggal.

Orang tuaku yang diliputi duka mencengkeram leherku sambil meraung, "Semua ini salahmu! Kalau bukan karena kamu, Greta nggak mungkin mati! Kenapa yang mati bukan kamu!"

Wajah pacarku, Ardhen, langsung pucat. Namun, dia berdiri melindungiku dan terus menenangkan diriku yang diliputi rasa bersalah.

Setelah melamarku 99 kali, barulah aku melepaskan beban di hati dan menerima lamaran itu.

Pada ulang tahun pernikahan kami yang ketiga, Ardhen mengusulkan agar seluruh keluarga pergi berlayar dengan kapal pesiar. Aku tenggelam dalam mimpi indah bahwa hubunganku dengan orang tua akhirnya membaik.

Tak disangka dalam suatu malam, mereka mengajakku ke dek kapal untuk menikmati cahaya bulan. Namun saat aku lengah, mereka mendorongku ke laut!

Saat tubuhku jatuh, aku melihat wajah mereka yang penuh kebencian.

"Greta mati karena kamu! Biar kamu juga merasakan bagaimana rasanya mati tenggelam!"

Ardhen juga menatapku dengan penuh kebencian. "Kamu nggak tahu sudah berapa lama aku menunggu hari ini! Cewek hina, pergilah ke neraka untuk menebus dosa kepada Greta!"

Air laut yang dingin masuk ke hidung dan mulutku. Aku tak berdaya melawan dan akhirnya tenggelam ke dalam kegelapan.

Baru pada saat itulah, aku benar-benar tersadar.

Ternyata sejak awal sampai akhir, orang tuaku selalu menganggap kematian adikku adalah tanggung jawabku. Sementara itu, orang yang benar-benar dicintai suamiku ternyata juga adalah adikku, Greta.

Hanya aku yang tidak dibutuhkan. Setelah diberi kesempatan hidup sekali lagi, aku akan benar-benar mencintai diriku sendiri, menjauh dari orang tuaku dan Ardhen.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
9
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status