Helen terpaku memahami apa maksud dari ucapan Marvel. Pria itu tak berusaha membantah atau sekedar menenangkannya.Ia justru memasang senyuman yang lebar, menunjukkan betapa dia serius dengan ucapannya. Helen yang masih syok berusaha berkata, meski dengan bibirnya yang gemetar.“Ka- Kamu memintaku melayani teman…. teman-temanmu?” tanya Helen, memastikan sekali lagi.“Iya, Sayang,” balas Marvel.“A- Apa kamu tak bisa meminta bantuan mereka? A- Atau-”Marvel mendekatkan tubuhnya pada Helen, dan memegangi dagunya dengan lembut.“Bagaimana dengan Gery dulu? Dia anak pemilik perusahaan Aim.J, kamu tahu, kan?” tanya Marvel, yang sudah terang-terangan menawarkan.Nama itu jelas tidak asing. Gery? Levelnya jauh di atas Marvel. ‘Kalau bisa membuatnya menyuntik dana ke perusahaan ayah… paling tidak, aku tidak akan jatuh miskin, kan?’ batin Helen.Masih mencoba memikirkan baik-baik tawaran dari Marvel. Helen sudah menelan ludah. Ia menyadari, tawaran itu terlalu menggiurkan untuk sekedar menjad
閱讀更多