Fiona yang masih sibuk meratakan coklat pada rotinya, merasakan bahwa Darren tengah tersenyum. Terasa lewat dagunya yang naik.“Kamu takkan meninggalkanku, kan?” tanya Darren, berbisik di telinganya.“Tentu saja tidak,” balas Fiona. Ia kunyah terlebih dahulu roti yang baru ia buat, sembari menyahut kembali. “Aku sudah bilang, aku berhasil keluar rumah itu berkatmu. Meninggalkanm, sama saja mengmbalikanku ke rumah itu, kan?” Fiona.Mendengar jawaban Fiona, membuat Darren menarik wajah Fiona, lalu memberikan kecupan pada bibirnya secara tiba-tiba. Senyum smirk dari Darren terlihat tak memasang wajah bahagia biasanya. Itu adalah senyuman kepuasan yang baru kali ini Fiona lihat.“Kalau begitu…. aku ingin membuat berbagai aturan bersamamu, boleh?” Darren bertanya, sambil memandangi Fiona.Tanpa ragu dengan penawaranan, Fiona menganggukkan kepala, dengan terus melanjutkan makan roti yang ia bawa.Pelukan Darren yang mulanya begitu erat pada tubuh Fiona, kini beralih. Sebelah tangan Darren m
Last Updated : 2026-05-27 Read more