Pandangannya tak salah tertuju, ketika Fiona melihat papa mertuanya. Mahesa, tengah duduk bersama di sana.Fiona yang merasa kikuk itu segera mencoba untuk menutup pintu kembali, hendak keluar dari dalam ruangan barusan.“Ehhh, Nak, ayo masuk!” seru Mahesa, memanggil Fiona dengan senyumannya yang lebar.Fiona yang tak enak hati, akhirnya membuka pintu ruangan lagi, dan masuk ke dalam. Ia berikan senyumannya yang tulus untuk membalas sang mertua.“Pa..” sapa Fiona dengan lembut.“Astaga, kenapa kamu tak bilang mau ke sini?!” seru Mahesa, yang menghampiri Fiona dengan begitu sumringah.Fiona salim pada tangan sang mertua sebagai bentuk hormat. Darren juga menghampirinya, meski dengan raut wajah khasnya yang tak berubah.“Oh iya, Pa… ini…” Fiona ragu memberikan jawaban.“Aku yang minta dibawakan makan siang,” sela Darren.Mahesa yang tadinya hanya senang melihat ke arah Fiona, kini menoleh, melihat Darren yang serius dengan ucapannya barusan.“Kamu yang minta?” tanya Mahesa, memastikan s
Last Updated : 2026-05-06 Read more