MasukFiona Terpaksa menikah dengan Darren, pacar sang adik, karena sang adik kabur di hari pernikahannya. Sifat kasar Darren membuat Fiona berkali-kali merasakan trigger. Namun, saat mendengar langsung dari Helen mengenai alasannya membuat Fiona menikah, menjadikan Fiona semakin penuh dendam. Hubungan pernikahan yang berjalan atas dasar kebencian menjadi terjalin berkat malam yang panas, di mana mereka berdua sama-sama emosi dengan Helen. Akankah ini menjadi pernikahan yang harmonis? Atau sekedar teman tidur?
Lihat lebih banyakDarren tak memulainya dengan kasar, dia bermain perlahan, sembari sesekali memberi kecupan kecil pada sang istri.Fiona juga tak bisa membohongi diri, bahwa dia merindukan tiap sentuhan dari sang suami yang membuatnya semakin lama semakin membara.“Kenapa tidak lanjutkan buat kukisnya?” tanya Darren, berbisik di telinga Fiona.Fiona yang masih melenguh karena tiap titik sensitifnya yang dipermainkan, berusaha menjawab pertanyaan Darren.“Ba- Bagaimana…. bisa…. Kamu…. membuatku…. enak…” lenguhnya yang merasakan tiap sentuhan Darren.Darren menyeringai puas mendengar ucapan Fiona. Ia justru memainkan jemarinya semakin lihat pada klit Fiona sembari beberapa kali memilin putingnya.“Jadi, lebih enak makananmu, atau aku?” tanya Darren.Saat Fiona lebih sibuk mendesah merasakan permainan Darren, Darren memberhentikan gerakannya terlebih dahulu. Dengan gerakan yang cepat, Darren menggerakkan jemarinya di klit Fiona, membuat wanita di depannya menjepit begitu kuat.“Sa- Sayang….. Arhhhhhh….”
Fiona yang berangsur membaik, jelas membuat Darren merasa lega. Fiona sudah bisa melakukan pekerjaan rumah, bahkan beberapa kali mulai mencari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya.Darren lebih mengatur waktu untuk bisa bersama Fiona, bahkan sikap Darren jauh lebih baik dari selama ini.“Belakangan, semua terasa baik-baik saja. Tapi, kenapa aku merasa ada yang mengganjal?” celetuk Fiona, sambil melihat ke arah Darren yang sedang menggunakan laptopnya di atas meja makan.Darren sempat melirik ke arah Fiona, lalu tersenyum lebar, kemudian hanya menggeleng kecil kepalanya.“Itu berarti semua baik-baik saja, Sayang,” ucap Darren, manis.Terdengar sangat meyakinkan. Fiona awalnya abai dengan melanjutkan adonan cookies yang yang ia buat. Namun, tetap saja, ada perasaan mengganjal yang terus menghantui dengan berbagai pertanyaan di dalam kepala.Darren yang sekarang sangat peka, ia tahu Fiona memikirkan apa yang dikatakan oleh dirinya. Ia dekati Fiona, dan dipeluk dari belakang sambil membe
Selama beberapa hari belakangan, Fiona dan Darren tetap tinggal di rumah orang tua Darren. Fiona masih sering melamun tiba-tiba, bahkan beberapa kali sempat tiba-tiba menangis tanpa sebab.Tak bisa dipungkiri, bahwa Fiona merasa ingatan yang selama ini ia sudah biasakan kini menyakitinya kembali. Apapun pergerakan Fiona, selalu ada bekas ingatan yang terus menghantui.Ia masih bisa menerima bahwa fakta mengatakan ia adalah anak angkat. Tetapi, ia tidak bisa menerima, bahwa semua kesalahan yang selama ini terjadi selalu ditumpahkan kepadanya hanya untuk membuat Helen Kelihatan sempurna.“Sayang, jangan melamun lagi,” panggil Darren.Fiona seketika tersentak setelah mendengar Darren memanggilnya. Ia menoleh, dan melihat sang suami menatapnya dengan begitu sedih.“Maaf. Aku berusaha mengendalikan pikiranku,” Fiona sontak menjawab.Darren menarik bahu Fiona agar lebih dekat dengannya, kemudian membuat Fiona bersandar pada bahunya. ia juga memberikan tepukan kecil, menandakan agar Fiona ti
Fiona merasa geram mendengar ucapan Roy. Tak habis-habisnya perkara Darren yang sudah dinikahkan dengannya. Sambil menggigit ujung bibirnya, Fiona jadi semakin tahu, bahwa tak ada yang benar-benar menyayanginya selama di rumah.“Bukankah ayah sudah tak menganggapku anak ayah lagi? Ah, lebih tepatnya, ayah memang bukan ayahku, kan?”Roy tersentak setelah mendengar ucapan Fiona. Dia sempat membeku, tatapannya gemetar. Bukan penuh penyesalah. Melainkan, karena ia merasa tak seharusnya ini terbongkar.“Aku sudah tahu kenapa kalian selalu pilih kasih padaku. Selalu menuduhku yang bukan tindakanku. Atau bahkan mengecapku buruk selalu. Itu karena aku adalah sasaran paling pas untuk disalahkan, karena tak ada hubungan darah kalian padaku!” tegas Fiona.Fiona menahan diri. Dadanya sesak dan juga merasa bahwa tubuhnya bisa jatuh kapan saja. Tetapi, ia mencoba menghadapi. Sudah lebih dari 20 tahun dia hidup menjadi anak yang penurut. Sekarang, sudah sepantasnya ia menjadi anak yang membela diri.
“Sampai mana pendidikanmu?” tanya Darren, dengan nadanya yang dingin menusuk. “Ya?” spontan Fiona menoleh.Tak diulang dua kali, namun, tatapan pria yang sedang mengemudi membuat Fiona undur diri untuk bertanya kedua kalinya.“Kuliah. Aku tamat kok,” balas Fiona.Satu kali lirikan, dan sekali hembu
Darren yang keluar mengejar sang mama itu buru-buru menghampiri. Ia pegang tangan wanita itu sebelum langkah kakinya sampai di lantai bawah.Spontan Delia menoleh ke belakang. Sebagai seorang ibu, ia mengetahui sekarang sang anak tengah berada di emosi yang paling tinggi dari yang pernah ia lihat
Fiona meringis menahan tangannya yang kepanasan. Kedua bola matanya terasa bergetar melihat apa yang ia buat pagi ini berantakan di sekitarnya.Tatapannya langsung tertuju kepada Darren. Pria itu tak merasa bersalah sedikitpun setelah melemparkan makanan yang ada di atas meja. Hati Fiona terasa sem
Dengan dress putih tema yang dipilih keluarganya, Fiona datang ke pernikahan sang adik yang sudah direncanakan dengan baik.Fiona tersenyum lebar. Bukan menandakan kebahagiaan. Namun, kebebasan. Kebebasan menjadi bayang-bayang negatif sang adik yang selama ini selalu diberikan kepadanya.Hendak mel






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.