"Cla, ada apa, sayang?" Zevko menepuk-nepuk pipi Clara pelan, suaranya yang berat dan serak khas bangun tidur terdengar begitu menenangkan.Clara membuka mata sepenuhnya. Jantungnya masih berdegup kencang seolah habis lari maraton. Ia langsung duduk, mengabaikan selimut yang melorot, dan memperhatikan wajah Zevko dengan seksama. Ia meneliti mata itu, mata cokelat kelabu yang semalam memancarkan gairah magis, yang menariknya ke dalam pusaran gejolak yang tak terbantahkan. Lalu Clara mengulurkan tangan menyentuh rahang tegas Zevko, jemarinya gemetar menyusuri bibir dan deretan gigi pria itu.Tidak ada taring. Tidak ada mata monster yang mengerikan. Semuanya kembali normal. Clara menghela napas panjang, bahunya yang tegang seketika luruh. 'Berarti hanya mimpi', batinnya mencoba meyakinkan logika yang sempat goyah."Kamu kenapa, Cla? Mimpi buruk?" Zevko kembali bertanya, sorot matanya memancarkan kekhawatiran. Clara tidak menjawab, ia hanya menghambur ke pelukan Zevko, menyembunyikan waja
Huling Na-update : 2026-04-17 Magbasa pa