Masuk"Kebenaran telah menuntunku pada jati diri dan jalan takdirku." ~Clavira Lodur Hallow ** Kehidupan Clara Morgan berjalan normal sampai sebuah insiden di tengah hutan mengubah segalanya. Hubungannya dengan Zevko Volkov, sang supervisor yang semula hanya sebatas rekan kerja, berkembang menjadi keterikatan aneh yang sulit dielakkan. Dan ketika kebenaran menemukan jalannya, rahasia besar di antara mereka pun terungkap ke permukaan. Clara bukan hanya seorang analis data biasa. Dia terlahir sebagai Clavira Lodur Hallow—membawa beban masa lalu yang kelam, menggenggam berkah sang Moon Goddess, dan ditakdirkan untuk menjadi seorang Luna agung yang sesungguhnya. Sementara itu, Zevko bukan sekadar pimpinan yang dingin di kantornya. Pria itu adalah seorang Alpha, pemimpin tertinggi sekawanan werewolf dari pack Volkov. Dan Moon Goddess telah mengikat mereka sebagai mate—pasangan takdir yang tak terpisahkan. Saat konspirasi dan musuh masa lalu mulai mengepung dari segala penjuru, mampukah sang Alpha dan Luna mempertahankan ikatan mate mereka demi membalaskan dendam darah yang membara?
Lihat lebih banyakClara menatap Gideon. Sesungguhnya ia sendiri bingung: apa yang harus dia lakukan sekarang? Dari mana dia harus memulai untuk mencapai tujuannya, yaitu membalas kematian orang tuanya."Begini," sahut Gideon sambil menatap Clara dan Zevko. "Yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan urusan dengan Pak Volkov.""Apa hubungannya masalah di Pack Volkov dengan balas dendamku, Paman?""Tentu ada hubungannya, Cla. Mungkin Alpha bisa menjelaskannya." Gideon melihat Zevko dan meminta sang Alpha untuk menjelaskan."Clavira. Kamu adalah mate-ku. MoonGoddess telah mengikat kita dalam satu takdir. Dan sebagai seorang Alpha, aku harus menandaimu secara resmi di hadapan seluruh anggota Pack dan dewan tetua dalam upacara penobatanmu sebagai Luna Volkov. Baru setelah itu, kita akan menyusun rencana penyerangan ke utara untuk membalaskan dendammu."Clara terdiam mendengar penjelasan Zevko. Ia berusaha mencerna dan memahaminya. "Baiklah, Zev. Aku akan mengikuti saja rencanamu."Zevko tersenyum, lalu
Gideon menarik napas panjang sebelum akhirnya berkata. "Alpha Magnus adalah seorang Alpha yang hebat dan disegani. Pack Lodur sangat besar, mempunyai banyak sekutu. Apalagi setelah memiliki seorang Luna yang bukan sembarang Luna. Vesvera adalah Luna yang membuat Pack Lodur semakin kuat. Ayahmu dan ibumu adalah Alpha dan Luna yang agung."Gideon terdiam sejenak; suaranya sedikit bergetar ketika dia harus mengingat kembali kejadian di masa lalu. "Dengan adanya Vesvera sebagai Luna, Alpha Magnus, dan Pack Lodur menjadi sangat kuat dan tak terkalahkan.""Lalu, apa yang membuat Alpha Magnus sampai bisa dikalahkan?" tanya Zevko penasaran.Gideon terdiam sesaat, lalu menghela napas panjang. "Ada satu kelalaian Magnus yang akhirnya dimanfaatkan oleh musuh.""Apa itu, Paman?" sela Clara.Gideon tidak serta-merta menjawab. Ia menatap Zevko dan Clara secara bergantian. "Terlalu percaya pada orang-orang di sekitarnya.""Maksud paman, ayah dikhianati?""Ya. Dikhianati oleh orang yang sudah diangga
Gideon terdiam, sedangkan Clara dan Zevko membisu, menunggu apa yang akan dikatakan paman Clara. Gideon menghela napas sebelum akhirnya membuka suara. "Begini, Alpha. Aku baru saja mendapatkan informasi bahwa para tetua itu menyusun sebuah rencana…."Gideon tidak melanjutkan kalimatnya. Ia memperhatikan reaksi Zevko dan Clara."Rencana? Rencana apa, Gid?""Mereka akan menekanmu agar segera mengangkat seorang Luna.""Tentu, Gid. Itu sebabnya aku di sini untuk menjemput Lunaku," jawab Zevko santai, tangannya meraih punggung tangan Clara dan mengecupnya."Tidak, Alpha. Yang mereka maksud bukan Cla. Tapi seorang wanita dari darah serigala murni. Mereka tidak akan menerima Luna dari darah manusia."Zevko terdiam. Kini wajahnya berubah menjadi serius. Sedangkan Clara masih membisu, ia mencoba memahami situasi yang sedang terjadi."Aku tahu, Gid," jawab Zevko dengan suara acuh. "Beberapa waktu lalu, saat aku masih di kota, para tua bangka itu mengirim utusan untuk menyampaikan pesan mereka.
Sementara itu, Zevko segera memacu mobilnya menuju pinggiran hutan, memutari pondok Hallow yang telah lama tutup. Ia segera menghentikan mobilnya di bawah pohon oak raksasa yang tersembunyi dari dunia luar.Zevko terdiam sesaat, menetralkan perasaannya yang berkecamuk menahan kerinduan yang dalam pada sang mate yang sedang berlatih keras di dalam sana. Clara tidak tahu kedatangannya karena Gideon memutus mind-link mereka agar Clara bisa fokus berlatih."Gideon. Aku di depan gerbang kastil. Aku akan menjemput Lunaku." Zevko segera menghubungi Gideon melalui tautan pikiran."Maaf, Alpha. Jangan sekarang. Cla belum benar-benar siap." Terdengar jawaban Gideon yang membuat Zevko mendengus kesal."Baiklah, kalau begitu aku akan menunggu.""Alpha, apa tidak sebaiknya Anda kembali ke pack? Anda sudah terlalu lama meninggalkan pack. Nanti, aku sendiri yang akan mengantarkan Clavira jika ia sudah siap.""Tidak, Gid. Aku tidak akan kembali tanpa mate-ku."Akhirnya Gideon pun menyerah dengan keke
"Alec, aku butuh bantuanmu," panggil Zevko dalam komunikasi yang hanya bisa ia lakukan dengan orang-orang di pack-nya, melalui tautan pikiran atau mindlink."Siap Alpha, apa yang harus saya lakukan?""Tadi terjadi kekacauan di kantor. Bawa Valeska untuk membersihkan jejak-jejak kekacauan itu. Bersi
Zevko melanjutkan makannya, dia menyantap daging di hadapannya dengan sangat lahap. Ia memotong daging itu dengan gerakan efisien, lalu menyuapnya dengan tempo yang sedikit lebih cepat dari biasanya.Clara tertegun, ia memperhatikan bagaimana rahang tegas pria itu bekerja—kuat, bertenaga, seolah-ol
Zevko mengecup kening Clara dan kedua kelopak mata indah gadis itu, ia melakukannya dengan sangat lembut dan penuh kasih, dilanjut dengan pagutan ringan di bibir, kemudian mendekapnya dengan erat.Kedua tubuh itu bermandikan peluh yang bercampur dengan aroma pinus dan vanilla yang telah menyatu. Ked
"Tidak ada," jawab Zevko datar. "Mungkin kamu salah lihat."Clara terdiam, mencoba mengingat kejadian malam tadi. Suasana saat itu memang sangat kacau, hujan turun sangat deras bercampur angin. Bisa jadi dia memang salah lihat, ditambah kepalanya terasa berat karena masih diserang kantuk."Hmm, mung












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak