Coworkerku Alpha

Coworkerku Alpha

last updateLast Updated : 2026-05-29
By:  El HawraUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
7 ratings. 7 reviews
54Chapters
625views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Clara Morgan tidak pernah menyangka segalanya akan berubah setelah insiden yang nyaris merenggut nyawanya, dimana Zevko Volkov berdiri sebagai sosok yang menyelamatkannya. Disaat hubungan keduanya semakin dekat, rahasia besar Zevko pun terungkap. Dia bukan hanya seorang rekan kerja, tapi seorang pimpinan tertinggi sekawanan makhluk yang Clara tahu hanya ada dalam cerita-cerita mitologi. Bukan hanya itu, Clara lebih terkejut lagi setelah mengetahui bahwa dia adalah pasangan takdir sang Alpha. Akankah Clara menerima pasangan takdirnya ataukah ia menolaknya dan tetap berdiri pada dunianya?

View More

Chapter 1

Bab 1

"Suara apa itu?" gumam Clara pelan. Ia menghentikan langkahnya dan mempertajam pendengarannya. Semakin lama suara itu semakin jelas terdengar dan dekat. Suara geraman.

Jantung Clara berdegup keras, ia memperhatikan sekeliling. Sunyi, bahkan tidak ada suara burung-burung ataupun serangga. Pohon-pohon di sekitarnya tinggi menjulang dengan semak-semak rimbun diantara pepohonan. Clara mengotak atik ponselnya untuk menghubungi tim lainnya, namun tak ada sinyal. Kini ia sadar sepertinya ia sudah tersesat jauh ke dalam hutan.

Suara geraman itu kembali terdengar dari arah samping tempatnya berdiri. Clara membalikan badan ke arah semak yang mulai bergerak. Dan seperdetik kemudian matanya terbelalak demi melihat sesosok makhluk yang keluar dari semak-semak itu.

"Oh, tidak!! Apa itu?!"

Clara mematung, mulutnya ternganga lebar. Ia ingin kabur, tapi kakinya seakan menempel di tanah tempatnya berdiri. Keringat dingin membasahi tubuhnya.

Dari semak-semak itu, seekor serigala besar melangkah keluar. Ukurannya jauh di atas normal. Bulunya kelabu gelap menyelimuti tubuhnya, dan sepasang mata kuningnya menatap Clara dengan tajam.

"Ti-tidak! Jangan mendekat!"

Clara berkata dengan gemetar. Spontan kakinya bergerak mundur. Serigala itu kembali menggeram, namun makhluk itu tertegun sejenak, menghirup aroma tubuh Clara sebelum akhirnya ia merendahkan tubuhnya bersiap hendak menerkam.

"Ja-jangan…!!"

Clara menjadi panik, kakinya tersandung akar hingga ia jatuh terduduk. Clara memejamkan mata pasrah, sadar tak ada celah untuk selamat. Air mata membasahi wajahnya.

Namun di saat yang genting itu, tepat saat serigala itu melompat untuk menerkamnya, seseorang berlari dari samping dan menariknya menjauh. Tubuh keduanya jatuh berguling, namun selamat dari cakar tajam makhluk buas itu yang menghantam tanah tepat di tempat Clara tadi berada.

"Clara, Bangun! Ngapain kamu di sini?!"

Terdengar teriakan dingin seorang pria. Clara mendongak, Zevko Volkov, rekan sekantor sekaligus supervisornya itu sudah berdiri tegap, tubuhnya seolah jadi tameng. Ia menatap tajam pada Clara, lalu berbalik menghadap serigala lapar itu.

"Sial! Mengapa dia ada di sini? Tamatlah aku, dia pasti akan memecatku karena kecerobohanku ini, atau melaporkannya pada direksi," gumam Clara pelan, nyaris tak terdengar.

Perlahan Clara berdiri, ia memperhatikan tubuh pria yang berdiri membelakanginya. Samar-samar terdengar suara geraman dari mulut Zev, tapi sayang dia tidak bisa melihat ekspresi wajahnya. Dan anehnya, serigala buas itu mundur beberapa langkah, merasa gagal menerkam buruannya.

Zevko meraih dahan patah dan mengayunkannya dengan keras ketika makhluk itu kembali mendekat. Pukulan telak mengenai moncongnya, dan cukup membuat makhluk buas itu mundur sedikit menjauh.

"Clara, bersiaplah! Kita akan keluar dari tempat ini." Zevko berkata tanpa menoleh, suaranya dingin, namun sikapnya sangat tenang.

Dan ketika ada kesempatan, Zevko langsung menggenggam tangan Clara, lalu menariknya.

“Lari! Sekarang!”

Clara mengangguk dan mengikuti gerakan Zevko. Mereka berlari menembus semak belukar, melompati akar besar, dan berbelok cepat di jalur yang nyaris tak terlihat bahkan oleh penjelajah hutan sekalipun.

Clara mencoba menoleh ke belakang, samar-samar terlihat jika serigala itu masih mengejar, namun langkahnya melambat. Bahkan Clara melihat ada beberapa serigala lainnya seperti menghadang langkah serigala yang memburu mereka.

"Clara, jangan menoleh ke belakang! Fokus saja dengan jalan di depan," bentak Zev mengingatkan, ia seperti tahu apa yang dipikirkan Clara.

"P-pak, Anda tahu jalan keluar?" tanya Clara dengan napas terengah-engah.

"Ikuti saja kalau ingin selamat," jawab Zevko acuh. Namun sikapnya masih tetap tenang dan fokus, hal yang terasa aneh di situasi genting seperti itu.

Beberapa menit kemudian, lampu-lampu dari pemukiman penduduk terlihat di kejauhan. Akhirnya mereka keluar dari batas hutan. Clara menoleh kembali ke belakang, serigala itu sudah tidak lagi mengejar.

Keduanya berhenti, Clara nyaris ambruk, tubuhnya gemetar, kakinya tak kuat lagi untuk berdiri. Zev menopangnya, membantunya duduk bersandar di sebuah batang pohon.

"Sekarang sudah aman," ucap Zevko datar, wajahnya nyaris tanpa ekspresi. Ia kembali berdiri menghadap ke arah hutan.

"Te-terima kasih."

Clara berkata pelan, namun terdengar jelas di telinga Zevko. Perlahan lelaki itu berbalik menghadap Clara, tatapannya dingin dan tajam, seakan sedang menguliti gadis di hadapannya yang masih gemetar ketakutan.

"Terima kasih? Apa itu perlu?" tanya Zevko penuh intimidasi. "Clara, jawab! Apa yang kamu lakukan sendirian di tengah hutan sana!"

Clara terkesiap, pria yang baru saja menyelamatkan nyawanya kini membentaknya dengan marah. Kilatan kemarahan terlintas di matanya yang terasa begitu mengerikan. Sekilas, pupil mata itu menyempit seperti mata predator yang sedang marah, sebelum akhirnya kembali normal. Clara menggigil, ia merasa baru selamat dari mulut serigala kini jatuh ke dalam mulut harimau.

"S-saya, tadi saya bersama tim dan pemandu. Saya hanya berhenti sebentar untuk mengambil gambar lokasi, dan tidak sadar jika sudah terpisah dengan tim."

Zevko mendengus mendengar jawaban Clara. "Di mana otakmu Clara! Kamu adalah seorang analis senior, tapi kelakuanmu seperti anak magang yang tidak paham SOP keselamatan lapangan!"

Clara tertunduk, ia meremas tangannya yang terasa dingin, bahkan ia merasakan sekujur tubuhnya seperti diguyur air es yang membekukan tulang belulangnya. Namun, ia berusaha mengendalikan dirinya, ia tidak mau diintimidasi, karena itu bukan mutlak kesalahannya. Perlahan ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengangkat wajahnya menatap pria angkuh yang sedang menatapnya dengan tajam.

"Ya, saya akui tadi saya sedikit lalai. Tapi bukan berarti saya tidak tahu SOP lapangan," bantah Clara sengit. "Anda sendiri, apa yang Anda lakukan di dalam hutan sana? Mengapa Anda tiba-tiba muncul? Bukankah Anda tidak termasuk dalam rombongan tim hari ini?"

Zevko tidak menjawab, ia menatap Clara dengan tatapan aneh yang sulit ditebak. Namun Clara bukanlah gadis yang mudah diintimidasi, ia menantang tatapan pria di hadapannya. Dia tahu, Zevko Volkov adalah atasannya, tapi rasa penasarannya membuatnya menegakkan kepalanya. Untuk sesaat, tatapan keduanya bertemu, namun Zevko kembali mendengus dan berkata dengan tajam. "Bukan urusanmu!"

Zevko segera berdiri, lalu melangkah meninggalkan Clara yang masih termangu sendirian. Tanpa sadar, tatapan Clara mengarah ke hutan, seketika nyalinya menjadi ciut, di benaknya berkelebat kembali kejadian yang nyaris merenggut nyawanya tadi.

Dengan bersusah payah Clara bangkit, ia berusaha mengejar Zevko.

"Pak Zevko, tunggu!"

'Sial, kenapa harus seperti ini?' bathin Clara merutuk. Hari ini, dia mendapatkan tugas survey lapangan untuk proyek pembangunan sebuah resort di tepi hutan. Sebagai seorang analyst projek, ia biasa melakukan survey lapangan untuk memastikan kelayakan proyek tersebut.

Pagi menjelang siang tadi, dia berangkat dari kantor bersama beberapa orang tim tekhnis dan pemandu lokal. Namun ia terpisah dari tim saat ia mencoba mengambil gambar beberapa titik lokasi yang menarik perhatiannya. Dan ia baru menyadari jika ia tersesat ke wilayah yang semakin jauh ke dalam hutan saat sinyal di ponselnya menghilang.

Clara menghela napas dalam. Hari ini, dia nyaris tewas menjadi santapan binatang buas. Bulu kuduknya meremang jika mengingat kembali kejadian tadi. Andai saja Zevko tidak datang tepat waktu, mungkin kini Clara hanya tinggal nama.

Namun masalahnya sekarang bukan soal serigala yang nyaris menerkamnya tadi, tapi Zevko sang supervisor yang bertanggung jawab penuh atas tugasnya. Karier Clara bisa tamat di tangan pria dingin itu.

Zevko menghentikan langkahnya, sedangkan Clara berjalan tertatih-tatih. Kakinya terkilir, saat berlari tadi ia tersangkut akar pohon besar. Jika tidak ditarik Zevko dia sudah jatuh terguling di tanah.

"Zev, eh, pak Zevko, maaf. Saya tidak bermaksud…."

Belum sempat Clara melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba Zev berbalik dan dengan cepat mengangkat tubuh Clara.

"Hey, apa yang Anda lakukan! Turunkan!"

Zev tidak menjawab, dia terus berjalan sambil menggendong Clara.

"Turunkan! Saya bisa jalan sendiri."

Zev berhenti sejenak, tatapannya tetap lurus ke depan. Wajahnya kaku dan dingin seperti arca batu.

"Kalau kamu tidak bisa diam, aku lempar kembali ke dalam hutan."

"Oh, ti-tidak. I-iya, saya akan diam."

Clara tidak berani buka suara lagi. Dia mengerutkan tubuhnya dalam gendongan pria aneh yang jadi penyelamatnya itu. Sebenarnya Clara tidak suka dekat-dekat dengan Zevko. Pria itu sangat sombong dan bertingkah misterius, sangat tidak suka dibantah. Tapi, projek itu mengharuskan Clara berada langsung di bawah pengawasan Zevko.

Zevko membawa Clara ke mobilnya. Namun, belum sempat dia membuka pintu mobil, seorang pria tergopoh-gopoh menghampiri mereka.

"Nona Morgan, Anda tidak apa-apa?"

Clara mendongakkan kepalanya, ia ingin turun namun Zev tidak hendak menurunkannya. Clara mengenali lelaki paruh baya itu, dia adalah pemandu lokal yang tadi mendampingi tim Clara.

"Tidak apa-apa, Pak. Hanya terkilir."

"Apa yang sebenarnya terjadi, nona? Tadi teman-teman Anda sangat panik mencari Anda."

"Oh iya, di mana teman-teman saya yang lain, Pak?"

"Mereka sudah kembali ke kota. Saya baru saja akan meminta bantuan tim penyelamat untuk mencari Anda."

"Tidak perlu!" potong Zev tajam. Lelaki pemandu itu terkesiap. Dia sangat gembira bisa melihat Clara selamat hingga tidak menyadari siapa pria yang membopong Clara.

Spontan pemandu itu menatap Zev. Seketika wajah lelaki tambun itu memucat, keringat dingin mengucur di pelipisnya. Zev menatapnya tajam, penuh peringatan. Matanya berkilat seolah sedang mengancam, yang membuat lelaki itu menggigil ketakutan.

"Oh, i-iya, tidak perlu. Te-tentu tidak. Karena nona Clara sudah selamat." Lelaki itu berkata dengan terbata-bata, ia menunduk, tidak berani lagi menatap Zevko. "Sa-saya permisi."

Tanpa menunggu jawaban, pemandu lokal itu segera berbalik, bergegas menjauhi Zevko. Langkahnya goyah, bahkan nyaris terjatuh.

Melihat pemandangan itu Clara mengerutkan kening. Ia sangat heran, mengapa pemandu itu sangat ketakutan melihat Zev. Dia adalah penduduk lokal yang terbiasa dengan lokasi sekitar hutan, tapi mengapa sangat takut kepada Zev yang orang kantor?

"Pak, apa pemandu tadi mengenal Anda? Apa yang Anda lakukan padanya sampai dia ketakutan begitu?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Elum
Elum
Seru ceritanya, menarik.
2026-05-20 03:27:14
0
0
Agustina
Agustina
ceritanya menarik, semakin lama dibaca semakin seru
2026-05-14 10:41:08
1
0
Leva Lorich
Leva Lorich
mantap kisahnya kak, bikin semangat baca.
2026-05-01 17:52:27
1
1
Kharamiza
Kharamiza
seruu kak ceritanya .... ditunggu kelanjutannya ya kak
2026-04-27 11:00:15
1
1
Ellailaist
Ellailaist
keren thor ceritanya, ditunggu lanjutannya
2026-04-18 22:20:54
1
1
54 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status