Armando seketika terdiam, membuka mulutnya, tetapi tetap tidak mampu mengatakan apa pun.Seluruh pejabat tinggi dan keluarga yang hadir pun terpaku, sama sekali tidak tahu harus berbuat apa.Di tengah suasana yang membeku, tangisan bayi tiba-tiba terdengar, membuat para hadirin tersentak.Flora segera menggendong bayi itu untuk menenangkannya, lalu di detik berikutnya segera memarahiku,"Thalia! Kamu wanita gila, sudah cerai masih berani datang mengganggu anakku! Kalau masih tahu diri cepat pergi. Kalau nggak, sampai pejabat besar di sini tersinggung, kamu bisa masuk penjara!"Istri wakil kepala polisi itu pun segera membentak dengan keras."Bagaimanapun juga, walau kamu mantan istri Pak Armando, kamu nggak boleh memukul orang di depan umum. Kalau dianggap serius, ini sudah termasuk menyerang polisi!"Begitu mengetahui identitasku, suasana aula segera ricuh, orang-orang berteriak ingin memasukkanku ke penjara untuk diberi pelajaran.Aku malah mengerutkan kening, mencengkeram kerah Arma
Mehr lesen